Majalengka Dilirik Australia, Peluang Investasi di Sektor Peternakan Sapi

Majalengka Dilirik Australia, Peluang Investasi di Sektor Peternakan Sapi

: Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Ali Murtopo Simbolon, saat berkunjung ke Pendopo Majalengka pada Kamis (31/7/2025).-Baehaqi-radarmajalengka

MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM — Kabupaten Majalengka tengah bersiap menjadi sentra peternakan modern bertaraf internasional. Pemerintah Australia, melalui inisiatif kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka, menjajaki peluang investasi di sektor peternakan sapi terintegrasi.

Rencana investasi ini terungkap dalam kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Ali Murtopo Simbolon, ke Pendopo Majalengka pada Kamis (31/7/2025).

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan niat Australia — khususnya dari Pemerintah Greater Shepparton City, Victoria — untuk menjalin kemitraan dengan Majalengka melalui skema sister city.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyambut positif penjajakan kerja sama ini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan strategi penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sektor peternakan Majalengka, yang selama ini potensinya belum tergarap secara optimal.

BACA JUGA:Wacana Pengembalian Mekasisme: Pilkada Dikembalikan ke DPRD

“Pak Deputi bersama tim datang ke Majalengka dalam rangka menjajaki kerja sama pengembangan peternakan sapi terintegrasi melalui pembentukan kemitraan sister city antara Greater Shepparton City, Victoria, Australia, dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka,” ujar Bupati Eman saat dikonfirmasi, Sabtu (2/8).

Lebih lanjut, Eman menjelaskan bahwa setelah melakukan peninjauan langsung terhadap potensi lokal di bidang peternakan dan pertanian, pihak Kemenko Perekonomian RI menyimpulkan bahwa Majalengka memiliki prospek kuat sebagai mitra kerja sama internasional.

“Dalam beberapa minggu ke depan, akan dilanjutkan dengan pertemuan teknis dan peninjauan lapangan. Ini untuk memastikan kesiapan kita dalam menerima investasi, sekaligus membangun sistem peternakan modern yang menyeluruh dan terpadu, sebagaimana program Bapak Presiden terkait hilirisasi sektor peternakan,” jelasnya.

Eman menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mencakup alih teknologi, peningkatan sumber daya manusia, serta pembentukan rantai pasok yang kuat dan berkelanjutan.

BACA JUGA:Kisah Pengusaha Pakan Ternak dari Ponorogo Ini Buktikan KUR BRI Bisa Bikin Usaha Berkembang

Majalengka diharapkan tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga menjadi pusat distribusi dan pengolahan hasil peternakan sapi perah maupun sapi potong.

Saat ini, populasi sapi perah di Majalengka masih berkisar sekitar 300 ekor. Namun dengan dukungan investasi, pendampingan teknologi, dan manajemen modern, populasi serta produktivitasnya diyakini dapat meningkat secara signifikan dalam waktu relatif singkat.

“Dengan dukungan teknologi, pendampingan, dan investasi, populasi sapi perah bisa meningkat pesat. Ini sejalan dengan visi kami untuk mewujudkan Majalengka langkung sae,” tegas Eman.

Kunjungan kerja Deputi Kemenko Perekonomian ini bukan sekadar simbolis. Dalam rombongan turut hadir berbagai pihak strategis, seperti Sekretaris Deputi, perwakilan PTPN Regional II, Perum Perhutani, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), PT Indolakto, PT Way Livestock Indonesia, serta perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait