SPPG Al-Irsyadiyyah di Cingambul siap Beroperasi 29 September, Meski Sempat Ditolak Warga

SPPG Al-Irsyadiyyah di Cingambul siap Beroperasi 29 September, Meski Sempat Ditolak Warga

Pendirian SPPG Yayasan Al-Irsyadiyyah KH Zenzen di Desa Nagara Kembang telah mendapatkan izin resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN). -Istimewah-radarmajalengka

MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM – Pendirian Dapur Makan Bergizi (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Majalengka terus bertambah.

Terbaru, SPPG milik Yayasan Al-Irsyadiyyah KH Zenzen di Desa Nagara Kembang, Kecamatan Cingambul, segera beroperasi.

Meski sempat menuai penolakan dari sebagian kecil warga, pihak yayasan memastikan program tersebut tetap berjalan.

“Insya Allah mulai 29 September 2025, SPPG Yayasan Al-Irsyadiyyah KH Zenzen di Desa Nagara Kembang akan mulai beroperasi,” tegas Ketua Yayasan, Ustad Irsyad Abul Malik Aziz, dalam konferensi pers di Majalengka, Sabtu (20/9).

BACA JUGA:Ngobrol di Warung Sate Antara Sekda Jabar, Bupati Majalengka, dan Helmy Yahya, Ini yang Dibahas

Irsyad menjelaskan, pendirian SPPG itu telah mendapatkan izin resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia menambahkan, operasional dapur akan melibatkan 99 persen tenaga kerja dari warga sekitar.

Terkait penolakan yang muncul, ia menilai hal itu lebih dipicu oleh persoalan pribadi dan persaingan bisnis, bukan karena substansi program MBG.

Pihak yayasan juga membantah isu yang menyebut lembaga tersebut ilegal. Menurutnya, kabar tersebut menyesatkan, tidak berbasis data, serta berpotensi mencemarkan nama baik yayasan.

“Kami sudah menempuh seluruh proses perizinan sesuai aturan. Adapun jika masih ada keberatan dari sebagian warga, kami siap melakukan mediasi. Namun bila penolakan terus berlangsung tanpa dasar hukum, kami tak segan menempuh jalur hukum,” katanya.

BACA JUGA:Rekap Pertandingan Pemain Abroad Indonesia: Emil Audero Raih Cleansheet, Calvin Verdonk Dihujat Fans Lille

Irsyad menegaskan, dapur MBG merupakan program nasional Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyediakan gizi gratis bagi siswa.

Selain meningkatkan kesehatan dan pendidikan, program ini juga membuka lapangan kerja serta peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Tenaga kerja yang dilibatkan mencapai 90 orang warga setempat. Jadi manfaatnya langsung kembali kepada masyarakat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Pimpinan Pesantren Al-Irsyadiyyah KH Zenzen, Ustad Romeo Fauzy Oemar Rangkuti.
Menurutnya, keberadaan SPPG tidak hanya memperkuat aspek sosial, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: