Menteri PPPA dan DP3AKB Jabar Takziyah, Serukan Penguatan Keluarga Cegah Tragedi Bunuh Diri

Menteri PPPA dan DP3AKB Jabar Takziyah, Serukan Penguatan Keluarga Cegah Tragedi Bunuh Diri

DPRD menggelar konsultasi publik terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pencabutan Perda Nomor 5 Tahun 2014 mengenai Dana Cadangan. -Dok-Istimewa

RADARMAJALENGKA.COM-BANDUNG – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi, didampingi Kepala DP3AKB Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, S.P.Dlp, M.H.Kes, bertakziyah ke rumah orang tua almarhumah yang meninggal bersama kedua anaknya akibat bunuh diri di Desa Pasirhuni, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.

BACA JUGA:712 Penyandang Disabilitas Terserap di Pabrik, Majalengka Maju Jadi Kabupaten Ramah Disabilitas

Dalam kesempatan tersebut, Arifah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi dalam keluarga untuk mencegah persoalan rumah tangga berkembang menjadi masalah serius yang berujung tragis.

“Komunikasi adalah kunci. Dengan keterbukaan antara suami, istri, maupun anggota keluarga lain, setiap persoalan bisa dicarikan jalan keluar. Selain itu, kepedulian antarwarga juga penting, karena bisa jadi tetangga kita sedang menghadapi masalah yang membutuhkan perhatian,” ujar Arifah.

BACA JUGA:RSU Djuansih Resmi Beroperasi di Majalengka, Angkat Nama Tokoh Nasional dan Perioritaskan SDM Lokal

Arifah menegaskan, Kementerian PPPA memiliki layanan Call Center SAPA 129 yang dapat digunakan masyarakat tidak hanya untuk melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga persoalan rumah tangga atau masalah psikologis.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, menekankan perlunya memperkuat perlindungan perempuan dan anak, serta memberikan dukungan psikologis, konseling, edukasi, dan pemberdayaan keluarga.

“Anak-anak berhak hidup di lingkungan aman dan penuh kasih sayang. Penting bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap tetangga atau kerabat yang mengalami tekanan hidup,” kata Siska.

BACA JUGA:DPRD Majalengka Gelar Konsultasi Publik Soal Nasib Dana Cadangan Rp173 Miliar: Dicabur atau Diatur Ulang?

Sebagai bentuk komitmen, DP3AKB Jawa Barat terus menjalankan sejumlah program seperti PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga), sekolah parenting ayah dan ibu, sekolah pranikah, sekolah perempuan, serta program edukasi Jabar Cekas. Layanan ini dapat diakses secara gratis, termasuk hotline PUSPAGA Jabar di 0856-4380-8032.

Dengan berbagai program tersebut, pemerintah berharap kasus serupa tidak terulang di Jawa Barat. “Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai momentum memperkuat kepedulian bersama, meningkatkan ketahanan keluarga, serta memastikan perempuan dan anak hidup aman dan terlindungi,” tutup Siska.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait