Program Gelisan Bakal Diperkenalkan di Kota Cirebon

Program Gelisan Bakal Diperkenalkan di Kota Cirebon

Bunda Literasi Vera dari Sidoarjo dan Ketua Lumbung Indonesia, Liena Mulyadi, Rabu (22/11)--

RADARMAJALENGKA.COM-Untuk semakin menumbuhkan rasa cinta kepada Alquran, Lumbung Indonesia memperkenalkan program Gerakan Menulis Alquran (Gelisan) di Cirebon. Selain untuk mendukung Al Quran tulis di seluruh Indonesia, kegiatan itu juga diharapkan dapat menjadikannya Al Quran sebagai pola hidup dan rutinitas dalam keseharian umat Muslim. 

Dalam kunjungan kerjanya ke Markas Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Ketua Umum Lumbung Indonesia Liena Mulyadi mengungkapkan program Gelisan diharapkan agar masyarakat semakin mencintai Alquran dan menjadikan Alquran sebagai pola hidup, yaitu menjadikan Alquran sebagai rutinitas dalam keseharian kita.

BACA JUGA:Kunjungan Caleg PAN Dapil Jabar VIII Liena Mulyadi, Kolaborasi Lumbung Indonesia-Laskar Agung Macan Ali

"Program tersebut awalnya digagas oleh almarhum Wali Kota Bandung, Oded M. Danial lalu dikembangkan oleh Ujang Koswara atas keprihatinan masih banyaknya umat Islam yang tidak bisa membaca dan menulis Al-Quran," ungkap Liena, Rabu (22/11).

Berawal dari penemuan data dan fakta, imbuh Liena, dari salah satu media online bahwa 65 persen umat muslim di Indonesia tidak bisa baca tulis Al-Quran. Sedangkan seluruh kiyai atau ustadz selalu menggembar-gemborkan membaca Al-Quran, bahwa satu huruf sama dengan sepuluh kebaikan. Bahkan, Al-Quran diyakini dapat menjadi syafa'at dan kebaikan lainnya.

BACA JUGA:Laskar Macan Ali Nuswantara Gelar Doa Perdamaian untuk Palestina

Liena berupaya memberikan ruang kepada masyarakat yang belum bisa baca tulis Al-Quran dengan cara mengembangkan metode Gelisan. 

"Saya sangat percaya bahwa Al-Quran bukan hanya tulisan, tetapi merupakan suatu tanda cinta dari Alloh yang dinilai memudahkan berkomunikasi dengan manusia berupa mushaf untuk dibaca," ucapnya. 

Menurut Liena, banyak orang yang tidak memahami hal tersebut karena belum mengetahui hakikat membaca Al-Quran. "Makanya Gelisan ini punya slogan yakni, kalau ditulis pasti dibaca. Ujungnya hanya satu, Gelisan ini diharapkan menjadi legacy atau warisan," ujarnya.

Lebih lanjut, Liena menekankan Gelisan merupakan gerakan multi level pahala. Dalam artian yang menulis maupun yang menebalkan Alquran, bisa dengan perlahan membacanya. “Teknisnya, Alquran 25 persen dicetak (ketebalannya), sehingga nanti tinggal ditebalkan,” bebernya.

BACA JUGA:Teknologi Ini Mampu Saring 350 Galon Isi Ulang hingga Pemakaian 3 Tahun, Tanpa Dimasak Langsung Minum

Lebih dari itu, Ia berharap Gelisan bisa memberikan nutrisi hati kepada masyarakat di Cirebon. "Ketika satu rumah ada satu mushaf AlQuran yang dikeroyok bersama-sama ditulis oleh anggota keluarganya, ini akan menggiring rahmat Allah datang ke Cirebon," katanya. 

Di kesempatan itu, Panglima Besar Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz bersyukur dapat mencanangkan Gelisan dengan dipandu langsung oleh salah satu penggagasnya. 

"Diawali warga bersama-sama menulis ayat-ayat Al-Quran hingga tuntas. Mudah-mudahan bisa diikuti oleh lainnya," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: