Bupati Pimpin Gerakan Revolusi Mental dengan Menanam Pohon

Bupati Pimpin Gerakan Revolusi Mental dengan Menanam Pohon

Tanam POHON: Bupati Dr H karna sobahi mmPd didampingi kepala Dinas lingkungan Hidup, ir Hj Nadisha Hanna Haritzin mm menanam bibit pohon.--

MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.ID- Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd  membuka dan memimpin   kegiatan  Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tingkat Kabupaten Majalengka yang pusatkan di Desa Putri Dalem Kecamatan Jatitujuh.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Majalengka, Dra Hj Dedeh Nurhayati Karna Sobahi MPd,  Wabup Tarsono D Mardiana bersama istri, Sekda Drs Eman Suherman MM bersama istri, Ketua DPRD Majalengka, Drs H Edy Annas Djunaedi MM,  Forkopimda Kabupaten Majalengka, para kepala OPD, para camat, para kepala desa se-Kecamatan Jatitujuh beserta seluruh unsur stakeholder.

Bupati Karna Sobahi bersama pejabat dilingkungan Pemkab Majalengka serentak melakukan penanaman pohon di lahan kosong di pinggir Jalan  Raya Jatitujuh- Indramayu, tepatnya di Desa Putri Dalem.

Dalam sambutannya, bupati mengapresiasi kegiatan aksi penanaman ribuan pohon yang di gagas oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH). Lewat aksi penanaman pohon ini berarti ikut serta dalam mengimplementasikan program pemerintah yaitu Revolusi Mental.

BACA JUGA:Satlantas Polres Majalengka Gunakan Sepeda Motor Trail Distribusikan Logistik Pada Korban Gempa di KP.Cigagak

"Dalam peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tingkat Kabupaten  Majalengka tahun 2022, esensinya adalah memberikan kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan. Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) jatuh pada tanggal 28 November dan diperingati setiap tahunnnya," tandasnya.

Disebutkan Bupati Karna, Kabupaten Majalengka adalah kabupaten agraris yang saat ini mulai bergeser menuju pertumbuhan industry. Memiliki luas lahan 1.204.240 hektare,  dibagi  kedalam 3 wilayah yang secara geografis terdiri dari dataran tinggi, dataran sedang  dan dataran rendah dengan perbedaan iklim dan keanekaragaman hayati.

Saat ini Kabupaten Majalengka sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan, berbenah diri agar sejajar dengan kabupaten/kota maju lainnya. Walaupun dalam perjalanannya sempat mengalami perlambatan selama dua tahun dengan adanya hantaman pandemi Covid-19 di awal tahun 2020, yang telah merusak kesehatan dan tatanan kehidupan ekonomi rakyat.

Sebagai kabupaten yang berada di kawasan rebana, didukung keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan kemudahan akses jalan tol telah mendorong ketertarikan para investor untuk menanamkan investasinya dalam pembangunan infrastruktur, industri dan perumahan di Kabupaten Majalengka.

BACA JUGA:BIJB Kembali Berangkatkan Jamaah Umroh, Okupansi Horison Ultima Kertajati Turut Meningkat

Diingatkan, perkembangan pembangunan yang cepat tersebut haruslah diiringi dengan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan menghindari adanya pencemaran lingkungan akibat efek gas rumah kaca dari emisi buangan industri, dengan mempertahankan ruang terbuka hijau.  

“Sumber daya alam juga harus dikelola dengan  memperhatikan kaidah-kaidah konservasi,” tegasnya.
Dikatakan, dari luas Kabupaten Majalengka mencapai  13.031 hektare merupakan lahan kritis yang tersebar di beberapa kecamatan terutama di daerah tengah ke selatan yang merupakan dataran tinggi pegunungan rawan bencana alam.

Untuk menyelamatkan lingkungan alam, Pemkab Majalengka telah meluncurkan gerakan Pengantin Peduli Lingkungan (Pepeling) dan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP).  

Dalam hal ini yang paling penting, sambungnya,   tentunya kepedulian masyarakat  tidak hanya menanam pohon, tapi juga memeliharanya dalam menjaga kelestarian sumber daya alam serta keberlangsungan ekosistem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: