Air Sungai Meluap, Dua Rumah Ambruk

Air Sungai Meluap, Dua Rumah Ambruk

MAJALENGKA - Musibah banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Majalengka pada Minggu (7/2) hingga Senin (8/2) juga berdampak meluapnya Sungai Ciputis yang menyebabkan bangunan rumah di Blok Ajun, Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten ambruk tergerus arus sungai.

Sedikitnya di wilayah itu, ada dua rumah ambruk diterjang banjir. Karena keberadaan rumah itu berada persis di bibir sungai. Kedua rumah itu hancur dan sebagian temboknya terbawa arus. Pondasi yang menahan bangunan, terkikis dan hampir terjatuh ke bahu sungai.

Sementara, rumah lainnya juga bernasib sama di bagian tembok dan genting. Pondasi genting yang berbahan dasar kayu, rusak berserakan.

Bintara tinggi Penghubung (Batibung) Koramil 1717 Kadipaten, Peltu Gatot Sofiartono mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/2) saat hujan deras terjadi seharian penuh.

Sungai Ciputis yang tidak lagi dapat menampung debit air, akhirnya meluap dan membuat dua rumah yang berada di bibir sungai terkikis lalu ambruk. Meluapnya air sungai juga mengakibatkan rumah lainnya terendam banjir. Bahkan, ketinggian hingga 3 meter.

Gatot menjelaskan, banjir tersebut merupakan bencana terparah yang terjadi di kawasan tersebut. Sebelumnya, jika hujan dengan intensitas tinggi terjadi, banjir paling tinggi hanya sekitar 1 meter saja.

\"Alhamdulilah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Tetapi banyak barang milik warga terendam, seperti pakaian, tempat tidur dan barang lainnya,\" jelasnya.

Gatot mengungkapkan, dampak bencana banjir juga membuat 11 rumah warga lainnya terancam. Apalagi, jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi. Pihaknya berharap semoga peristiwa banjir susulan ini tidak terjadi kembali.

Rizki Taufik Kaur Kesra Desa Kadipaten, saat dikonfirmasi Selasa (9/2) menambahkan bahwa sedikitnya ada 3 RW di Desa Kadipaten yang terdampak bencana banjir.

\"Yakni RW 10, 11 dan 12. Jika dijumlahkan dari 3 RW itu, ada 1.078 KK yang terdampak akibat bencana banjir,” ungkapnya.

Pemerintah desa telah membangun 3 posko untuk para korban, namun  belum ada perhatian dari Pemda Kabupaten Majalengka. \"Baru ada dari desa. Dari pemda belum ada. Sembako baru dari komunitas-komunitas aja,” katanya.

Rizki juga menambahkan dampak lainnya dari peristiwa ini, kesehatan warga saat ini mulai terganggu. \"Seperti pegal-pegal dan gatel-gatel. Berharap segera ada bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pemilik rumah yang ambruk, Maman (49) menerangkan, bangunan rumah tersebut merupakan kos-kosan yang disewakan untuk masyarakat. Ada dua buah kamar tidur dan dua kamar mandi yang berada di bibir sungai ambruk diterjang banjir. \"Beruntung saat itu kosong atau tidak ada penghuninya. Sebenarnya sebelum kejadian, bangunan ini juga sudah mulai ada pergerakan,\" katanya.

Didi Supriadi (45) salah satu warga yang saat ini hidupnya sebantang kara dan rumahnya hanyut diterjang derasnya banjir, hanya bisa pasrah. Ia berharap bisa segera mendapatkan bantuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: