Petani Belum Pahami Waktu Tanam

Petani Belum Pahami Waktu Tanam

MAJALENGKA - Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) menyatakan masih banyak masyarakat khususnya para petani yang belum memahami pola tanam. Hal ini berakibat pada turunnya produktivitas pertanian. \"Terutama di wilayah utara Majalengka. Para petani kebanyakan gengsi kalau tidak tanam padi. Masih mending tanam padi walau gagal. Sehingga ini kurang memahami waktu tanam,\" jelas Kepala DKP3, Ir Iman Firmansyah di sela diskusi dengan wartawan Majalengka di kantor PWI, Jumat (24/7). Dijelaskan dia, dalam hukum ekonomi tidak berpihak kepada masyarakat, sehingga tengkulak bisa bermain. Oleh karenanya suatu kewajiban semua pihak untuk memberikan arahan dan penyuluhan kepada para petani agar mengikuti jadwal tanam yang jelas. Ia menyebut, menanam tidak melulu harus padi. Petani bisa memilih kedelai, jagung dan lainnya. \"Harus dibutuhkan kedua belah pihak saling memahami dan mengikuti aturan. Baik petani maupun pemerintah. Tidak hanya padi, komoditas jagung juga menjadi prioritas dalam RPJMD kami. Karena selain padi beberapa komoditas unggulan di antaranya cabai, bawang merah, dan jagung,\" paparnya. Menurut Iman, permasalahan pertanian di Majalengka harus diselesaikan oleh bersama. Ke depan selain padi, DKP3 akan membuat zona penghasil jagung di wilayah tengah hingga selatan. \"Yaitu zona di Bantarujeg, untuk menanam jagung. Untuk membuat kawasan jagung, bawang merah, dan cabai merah. Karena kami dinas baru, maka akan membenahi dari awal lagi,\" tandasnya. (ono)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: