Miris, Guru DTA Hanya Dihonor Rp300 Ribu
MAJALENGKA-Meskipun mendapatkan honor yang kecil, semangat para guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) untuk tetap mengabdi memberikan pegajaran dan pendidikan tetap membara. Seperti yang diungkapkan seorang guru DTA Kelurahan Sindangkasih Aris Saepudin. Menurutnya honor dari mengajar di madrasah hanya Rp50ribu. Kini honornya meningkat menjadi Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per bulan. “Honor sebesar itu jelas sangat minim, tapi dengan niat pengabdian kami tetap mengajar,” ujarnya kepada Radar Majalengka di sela peyerahan insentif dari bupati kemarin (14/2). Diakuinya, para siswa DTA belajar siang hari hanya membayar Rp5 ribu. Dan tidak sedikit siswa yang belajar secara cuma-Cuma. Dengan kurikulum dari Kemenag, para guru DTA memberikan pelajaran dan pendidikan bagi anak usia SD tersebut. Seorang guru DTA Kelurahan Simpeureum Kecamatan Cigasong, Inah mengungkapkan belajar madrasah mulai pukul 14.00 hingga pukul 16.00 WIB. Diakuinya para siswa hanya berinfak sebesar Rp5 ribu atau seikhlasnya dan tidak sedikit yang gratis. Diakuinya, honor perbulan yang diterima para guru madrasah sebesar Rp300 ribu. Kondisi itu masih jauh dari UMR di Kabupaten Majalengka. Ia bersyukur Bupati Majalengka memberikan perhatian dengan memberikan insentif sebesar Rp100 ribu per bulan. “Alhamdulilah 6 guru DTA Kelurahan Simpeureum mendapatkan bantuan insentif, semoga bisa memotivasi kami,” ujarnya. (ara)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
