Aneka Komunitas Kompak Gelar Festival Musik
MAJALENGKA- Komunitas Pecinta Musik Majalengka (KPM) menggelar event bertajuk Majalengka Musik Fest 2019 di halaman gedung GGM Majalengka Sabtu (16/11). Acara yang dikemas dalam bentuk festival musik dan berbagai aksi anak muda dibuka Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Majalengka, H Gatot Sulaeman AP MP. Acara dimeriahkan dengan pertunjukan grup musik legendaris Sahara dari Bandung dan berbagai komunitas musik seperti climbing art, ekstrem sport art, modern dance hingga pencak hiphop. Ketua Panitia, Arif Priharya Nugraha menyebutkan festival musik diikuti 10 band terbaik di Ciayumajakuning yang dipadukan dengan pentas olahraga seni ekstrem seperti sepeda BMX, seni panjat tebing dan lomba foto amatir. Pada acara tersebut juga ditampilkan perpaduan seni tari modern dengan pencak silat. “Kami ingin merangkul semua komunitas yang ada di Kabupaten Majalengka untuk bersama-sama berkesenian, memaduserasikan berbagai kreativitas dengan melibatkan berbagai komunitas,” beber Arif. Tanpa mengesampingkan keamanan, para penari dan komunitas menunjukkan aksinya. “Kami berharap acara ini bisa merangsang komunitas dan bisa bersinergi dalam kegiatan positif sehingga Majalengka bisa jadi etalase bakat generasi muda sesuai bidangnya,” harapnya. Sebagai penyelenggara, Arif menyampaikan terimakasih kepada pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai dari kepala dinas, H Gatot Sulaeman AP MP, Kabid Pengelolaan Industri Pariwisata Momon Rukman SH MH dan Kasi Pengelolaan Pariwisata Adi Setya Putra. Sementara itu, perwakilan Sahara Bandung, Ahmad Suastio mengaku sudah 3 kali grup musiknya pentas di Kabupaten Majalengka. “Personel Sahara sudah punya pekerjaan masing-masing dan tidak pernah latihan. Kecuali dua hari menjelang pentas,” ujarnya. Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Majalengka, H Gatot Sulaeman AP MP memberikan apresiasi dan dukungan pada komunitas pecinta musik Majalengka dan semua yang turut mendukung acara tersebut. “Kami berharap agar generasi muda makin mencintai dan menguasai budaya yang menjadi jati diri kita dan dapat beradaptasi dengan budaya luar negeri sebagai dampak globalisasi,” pungkasnya. (ara)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
