Pemkab Majalengka Percepat Program Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah, Produktivitas Padi Capai 11,5 Ton
BANTUAN ALAT PERTANIAN: Pemkab Majalengka menyalurkan berbagai bantuan di sektor pertanian bagi dua kelompok tani prasejahtera.-Ono Cahyono-radarmajalengka
MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mempercepat pelaksanaan sejumlah program strategis nasional dan daerah, terutama di sektor ketahanan pangan dan pengelolaan sampah.
Hal itu disampaikan Bupati Majalengka Eman Suherman saat memimpin apel pagi di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Majalengka, Selasa (7/7/2026).
Dalam arahannya, Eman menegaskan dua program prioritas yang saat ini menjadi fokus pemerintah daerah, yakni percepatan program ketahanan pangan nasional serta penguatan sistem pengelolaan sampah untuk memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional, Pemkab Majalengka menyalurkan berbagai bantuan di sektor pertanian. Bantuan tersebut meliputi sarana dan prasarana bagi dua kelompok tani prasejahtera, dukungan perluasan lahan tembakau, serta pendistribusian 150 unit hand sprayer modern.
BACA JUGA:Debit Bendung Rentang Turun, Pengelola Perketat Distribusi Air Irigasi
Menurut Eman, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Majalengka.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, mengatakan perluasan lahan tembakau dilakukan untuk mengoptimalkan potensi pertanian daerah melalui dukungan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Selain itu, DKP3 juga melakukan pemetaan dan optimalisasi lahan tidur serta lahan marginal agar dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif. Di tengah tantangan perubahan iklim, mekanisasi pertanian dan efisiensi penggunaan air menjadi strategi utama untuk meningkatkan indeks pertanaman.
"Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat, Majalengka terus meningkatkan produksi gabah dan komoditas pangan lainnya guna menjaga ketersediaan pangan, sekaligus memastikan pasokan tetap aman dan harga di tingkat petani tetap menguntungkan," ujar Gatot.
BACA JUGA:Pekom 2026 Unma Jadi Ajang Kreativitas Mahasiswa, Angkat Peran AI dalam Industri Kreatif
Ia menambahkan, pada panen raya Maret 2026, produktivitas padi di sejumlah kecamatan, seperti Kertajati, Jatitujuh, dan Jatiwangi, mencapai 10,7 hingga 11,5 ton per hektare.
"Capaian tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap surplus produksi beras di Kabupaten Majalengka," katanya. (ono)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
