Dua Wajah Situ Cipanten: Bening Bak Kaca Saat Hujan, Hijau Memikat di Musim Kemarau
Perubahan warna air Situ Cipanten dipengaruhi oleh tujuh mata air yang menjadi sumber utama pasokan air danau.-Baehaqi-radarmajalengka
MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Situ Cipanten seolah memiliki dua wajah. Pada musim hujan, danau alami di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten MAJALENGKA, itu tampil sebening kaca. Dasarnya terlihat jelas, lengkap dengan ikan-ikan yang berenang bebas di antara riak air.
Namun beberapa bulan kemudian, ketika kemarau datang, wajahnya berubah. Air yang semula bening perlahan menjadi hijau alami. Bukan karena tercemar, melainkan akibat proses alam yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Perubahan itulah yang justru membuat Situ Cipanten selalu memiliki cerita baru bagi para wisatawan.
Pengelola Situ Cipanten, Yosep Hendrawan, mengatakan perubahan warna air dipengaruhi oleh tujuh mata air yang menjadi sumber utama pasokan air danau.
Saat musim hujan, debit air meningkat sehingga arus dari mata air menjadi lebih deras. Lumut dan plankton yang tumbuh di dasar danau tersapu aliran air, membuat air kembali jernih.
BACA JUGA:Yamaha Y-Squad Cirebon Area Hadirkan Ruang Kolaborasi Rider Melalui Cirebon Area Night Party
"Ketika musim hujan debit air cukup deras sehingga lumut dan plankton terbawa arus. Akibatnya air menjadi sangat jernih dan dasar danau bisa terlihat dengan jelas," ujar Yosep, Rabu (24/6/2026).
Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, debit air tetap stabil, tetapi arus dari mata air melemah. Kondisi tersebut memungkinkan lumut dan plankton berkembang lebih banyak sehingga air berubah menjadi hijau.
"Fenomena itu terjadi secara alami dan sudah menjadi ciri khas Situ Cipanten," katanya.
Perubahan warna air ternyata juga mengubah cara wisatawan menikmati danau tersebut.
Saat air sedang bening, banyak pengunjung memilih berenang menggunakan pelampung. Mereka menikmati sensasi melihat dasar danau, bebatuan, hingga ribuan ikan yang berenang di bawah permukaan air.
Sebaliknya, ketika air berubah hijau, wisatawan lebih banyak menikmati panorama dari atas air. Wahana bebek gowes menjadi pilihan favorit untuk berkeliling danau sambil menikmati suasana yang teduh.
"Kalau air sedang jernih, orang lebih senang berenang. Saat air berubah hijau, mereka lebih memilih naik bebek gowes menikmati pemandangan," tutur Yosep.
Keunikan alam tersebut menjadi magnet yang terus menarik wisatawan. Tak hanya warga Majalengka dan kawasan Ciayumajakuning, pengunjung dari Bandung, Subang, Purwakarta, Karawang, hingga Tangerang kini mulai berdatangan untuk menyaksikan langsung fenomena tersebut.
Media sosial turut mempercepat popularitas Situ Cipanten. Foto-foto air sebening kaca maupun panorama hijau saat kemarau banyak dibagikan wisatawan, membuat rasa penasaran semakin besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
