Sutrisno Kritik Wacana Bengkel Hercules di BIJB Kertajati: Jangan Korbankan Masa Depan Rakyat
Sutrisno Mantan Bupati Majalengka-Dok-Istimewa
RADARMAJALENGKA.COM — Mantan Bupati Majalengka, Sutrisno, melontarkan kritik keras terhadap wacana pemanfaatan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat perawatan atau bengkel pesawat Hercules milik pihak asing.
Menurut Sutrisno, keberadaan BIJB Kertajati sejak awal dibangun untuk menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, bukan diarahkan menjadi fasilitas yang berorientasi pada kepentingan militer atau pertahanan asing.
BACA JUGA:Perbup Tak Kunjung Terbit, Forum CSR Majalengka Mandek dan Tak Bisa Bekerja
“Bandara itu dibangun untuk membuka ruang kehidupan rakyat yang lebih baik, bukan malah menghadirkan ketakutan bagi masyarakat,” kata Sutrisno dalam keterangannya.
Ia menegaskan, pembangunan BIJB Kertajati merupakan hasil perjuangan panjang Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Jawa Barat.
Dalam pandangannya, keberadaan bandara internasional tersebut harus dimaksimalkan untuk penerbangan komersial, logistik, hingga pusat pertumbuhan investasi kawasan, bukan dialihkan menjadi fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat militer.
Sutrisno bahkan mengaku tidak sepakat apabila BIJB dijadikan bengkel pesawat Hercules yang melibatkan kepentingan Amerika Serikat.
“Saya sangat tidak sepakat. Jangan sampai hanya dengan dalih kerja sama, ke depan malah dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang bertentangan dengan prinsip bebas aktif Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai pemerintah harus berhati-hati terhadap setiap bentuk kerja sama asing yang berpotensi memunculkan persoalan geopolitik maupun ancaman terhadap kedaulatan nasional.
Menurutnya, Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif sebagaimana amanat konstitusi.
Selain menyoroti isu geopolitik, Sutrisno juga mengkritik lemahnya langkah pemerintah daerah dalam mendorong optimalisasi operasional BIJB Kertajati.
Ia menilai hingga kini belum terlihat langkah konkret dan agresif dari pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjadikan BIJB sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
