STAI PUI Majalengka Talkshow Strategi PPDB

STAI PUI Majalengka Talkshow Strategi PPDB

MAJALENGKA-  Sekolah  Tinggi  Agama  Islam  STAI  Persatuan Umat Islam  PUI Majalengka menyelenggarakan talkshow tentang  Strategi Penerimaan  Peserta Didik Baru (PPDB) bertempat di  Aula Al Hayani STAI PUI Majalengka, Rabu (16/3).

Talkshow dengan  menghadirkan  5 nara sumber yakni  Ketua 2 STAI PUI Majalengka,  Dr H Heru  Hoerudin MAg, Kepala Bidang  Pendidikan  Usia Dini  dan  Pendidikan Masyarakat pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Udin Saepudin, SAP MSi, perwakilan  Kemenag Majalengka, Ayip  Syaripudin, Head Master Gispi Majalengka, Hj Lia Yulianingrum, SPd MPdI dan Kepala RA Nurul Iman Leuwimunding, Yusi Milia Purwati, S.Pd.

Acara talk show dibuka  dengan pembacaan  ayat Suci Alquran oleh mahasiswi STAI PUI Majalengka, Khoerunissa, juara  lomba  MTQ  ke -51 katagori  remaja putri  tingkat Kabupaten Majalengka. 

Acara talk show yang dipandu  moderator,  Hj Eni Sustini, MPd dimeriahkan tarian jaipongan  oleh seorang mahasiswi STAI PUI Majalengka.

Di penghujung acara ratusan  peserta yang nota bene para guru PAUD dan TK se-Kabupaten Majalengka   dikejutkan dengan  kedatangan seorang  artis dari “Preman Pensiun”,  Komar Embeb. Dia datang ke aula Hayani bersama Ketua Prodi PGMI STAI PUI Majalengka,  Anton Febrianto  MPd sebagai duta KUKM Kabupaten Majalengka.

Ketua Prodi Pendidikan Islam Pendidikan Usia Dini (PIPAUD) STAI PUI Majalengka, Enih  Hartini  MPd menyebutkan peserta talk show   Strategi Penerimaan  PPDB diikuti secara gratis oleh sejumlah 217 peserta terdiri para Kepala, guru TK, RA dan PAUD se- Kabupaten Majalengka.

Ketua 2  STAI PUI Majalengka,  Dr Heru Hoerudin, MAg mengatakan  tugas pokok dari Perguruan Tinggi (PT) tidak hanya pendidikan  dan pengajaran saja, tapi juga ada  penelitian.dan pengabdian masyarakat. 

Menurut Heru, kegiatan talkshow bagi para guru PAUD merupakan kegiatan pengabdian  masyarakat,  yang diharapkan  dapat bermanfaat bagi peningkatan kwalitas pendidikan di Kabupaten Majalengka.

Sementara, Kabid PAUD Dikmas, Udin  Saepudin  menyebutkan bahwa regulasi  PPDB  tidak jauh berbeda hanya pada tahun ajaran 2022/ 2023  regulasi PPDB  ada yang  berbeda karena mulai  dengan  sistem online.

Menurut Udin, anak  usia 6 tahun tercatat sebanyak  120  ribu dan yang terkaper oleh lembaga pendidikan  oleh Disdik sebanyak  27  ribu anak, Raudhatul Athfal (RA) sebanyak 13  ribu anak,  sehingga  masih ada sekitar  80 ribu  anak yang  tidak  bersekolah.  “ Lembaga pendidikan  harus  pasang strategi untuk menarik minat masyarakat  dengan menciptakan sekolah yang menarik,” tandasnya.

Menurut Hj Lia Yulianingrum, program  sekolah paling tidak harus memiliki 3 hal yakni  bisa  menjadi  solutif kebutuhan masyarakat  dan  memiliki keunggulan. “Program  sekolah selalu harus terus  di evaluasi  dengan melibatkan para guru dan orang tua,” imbuh Kepala TKA Plus Al Lukman Tonjong  ini. (ara/opl)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: