Satekah Polah Ngabela Nu Susah
MAJALENGKA - Komunitas Sosial Bagong Mogok Koordinator Wilayah (Korwil) XIII Kabupaten Majalengka, saat ini telah terbentuk dan H Nanang Kosim diamanati menjadi Ketua BM Korwil Xlll Majalengka.
H Nanang Kosim mengatakan bahwa di Provinsi Jawa Barat, saat ini, kepengurusan Sosial Bagong Mogok, ada 13 korwil. Dan, secara filosofis diambilnya naman bagong mogok dalam istilah bahasa Sunda menggambarkan keadaan hewan bagong atau babi yang terluka oleh pemburu dan posisinya terpojok.
Tidak ada lagi tempat untuk meloloskan diri dan tidak ada lagi bantuan untuk meloloskan diri. Dengan cara bertempur sekuat tenaga sampai titik darah penghabisan, dan bagi pemburu yang ahli, situasi bagong dalam keadaan mogok lebih berbahaya daripada menghadapi macan sekalipun.
\"Lalu kenapa komunitas yang kami bentuk memilih nama bagong mogok hal tersebut berawal dari keprihatinan kami dengan kondisi sosial masyarakat. Saat ini banyak saudara kita yang sangat kekurangan tidak punya pekerjaan, tidak punya lahan tidak punya rumah, bahkan untuk sekadar makan pun susah. Tragisnya lagi bantuan dari pemerintah terkadang tidak dapat atau tidak sampai kepada mereka, dengan berbagai macam alasan. Untuk itulah kami yang tergabung dalam komunitas sosial ini meminjam semangat bagong mogok yang akan sekuat tenaga membantu mereka yang tertimpa kesusahan, dan terpojok hidup. Tagline komunitas ini satekah polah ngabela nu susah,\" paparnya saat dikonfirmasi Minggu (7/2).
Mengapa harus lambang bagong, bukankah itu binatang yang najis, H Nanang Kosim menjelaskan hal itu sesuai dengan kondisi. \"Kami sadar sepenuhnya bahwa kami bukan kumpulan orang suci, kami banyak dosa bahkan kami lebih banyak jika dibandingkan saudara-saudara kita yang saat ini ada di lapas dan lebih menjijikan dibandingkan bagong itu sendiri. Hanya saja sampai saat ini Alhamdulillah, Allah Subhanahu Wa ta\'ala masih menutup aib kami. Tetapi biarpun bukan orang suci, kami berkeinginan untuk berbuat baik dengan cara berbagi terhadap sesama yang membutuhkan. Itulah sekilas tentang filosofi bagong mogok. Mohon maaf jika kurang berkenan dan jika berkenan serta sependapat silahkan kita bisa bergabung untuk bersama-sama sekuat tenaga membela yang susah,” jelasnya.
Nanang menambahkan bahwa kepengurusan ini dirumuskan dengan maksud, untuk memberikan arah bagi pengurus dan anggota yang ditetapkan dalam rapat pengurus Komunitas Sosial Bagong Mogok BM Koordinator Wilayah XIII Kabupaten Majalengka.
Dengan tujuan sebagai gambaran umum serta acuan komunitas untuk merumuskan visi misi komunitas Bagong Mogok Koordinator Wilayah Kabupaten Majalengka satekah polah ngabela nu susah, yang memiliki arti sekuat tenaga berupaya demi membantu yang sedang ada dalam kesulitan.
\"Sedangkan misi kami membantu sesama yang membutuhkan dan menggunakan pendekatan community dengan manajemen yaitu suatu pendekatan dengan cara membentuk jejaring di masyarakat. Merangkul dan memfasilitasi tokoh masyarakat, bersama masyarakat untuk sama-sama membangun kesadaran masyarakat. Sehingga timbul rasa peduli untuk membantu sesama. Dengan bahu-membahu bekerjasama dengan cara yang produktif,” pungkasnya. (bae/opl)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
