Sungai Cijangga dan Cikamangi Meluap
MAJALENGKA – Banjir juga terjadi di wilayah Kecamatan Kertajati. Sekitar pukul 13.30 Dusun Kertamulya Desa Mekarjaya Kecamatan Kertajati dilanda banjir akibat Sungai Cijangga meluap.
Curah hujan tinggi mengakibatkan drainase di Sungai Cijangga meluap, karena tidak bisa menampung curah air dan mengakibatkan banjir setinggi sekitar 60 cm. Selain Mekarjaya, banjir juga melanda Desa Sukamulya, Desa Sukakerta, Desa Kertajati, dan Desa Bantarjati juga mengalami banjir.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun 12 rumah di Desa Sukamulya tepatnya di blok Ciduet Kaler terendam. Sementara air limpahan dari bandara Kertajati meluap sebagian ke permukiman dan ke areal pertanian warga Desa Sukakerta. Di Blok Minggu Desa Kertajati dan Desa Bantarjati sepanjang saluran irigasi kecil belakang desa air naik dan masuk ke permukiman warga.
Menyikapi hal tersebut, Muspika Kertajati berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kemudian memobilisasi masyarakat membersihkan saluran yang tersumbat material yang dibawa air. Muspika juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena curah hujan masih masih turun di sebagian wilayah Majalengka.
Beberapa wilayah dan pemukiman di Kecamatan Ligung khususnya yang dekat dengan sungai juga mengalami banjir. Bahkan di Blok Cikamangi Desa Leuweunghapit, puluhan rumah dan jalan raya serta sawah terendam. Selain itu, puluhan hektare sawah dan ruas jalan seperti jalur Bongas-Bantarwaru turut terendam.
Toni warga Blok Cikamangi Desa Leuweunghapit menuturkan, air dari Sungai Cikamangi mulai meluap masuk ke permukiman warga Minggu (7/2) sekitar pukul 14.30 WIB. Sungai Cikamangi yang diperkirakan dangkal tidak bisa menampung volume air hujan, sehingga air meluap dan merendam permukiman warga dan puluhan hektare sawah.
Menurut Toni, warga Leuweunghapit sudah terbiasa mengalami banjir, karena sejak Sungai Cikamangi dangkal dan menyempit banjir pasti melanda khususnya saat hujan turun lebat serta berdurasi lama.
“Kalau banjir sih sudah biasa, cuma yang perlu dipertanyakan adalah keseriusan pemerintah membenahi Sungai Cikamangi yang setiap musim hujan selalu meluap dan banjir,” ujar Toni.
Hal senada disampaikan Kades Leuweunghapit, Didi Suryadi. Ia menuturkan warga Blok Cikamangi sudah terbiasa menghadapi banjir. Namun yang jadi permasalahan adalah bagaimana cara mengatasinya.
Berbagai usaha sudah dilakukan pemdes, mulai dari permohonan normalisasi Sungai Cikamangi dan pembuatan tanggul permanen kepada dinas terkait. Sampai membuat tanggul sementara dengan memakai karung berisi tanah. Namun menurut Didi, semua itu belum cukup sebelum Sungai Cikamangi yang menjadi penyebab utama banjir dibenahi.
“Beberapa waktu lalu Bupati Majalengka Haji Karna Sobahi bersama jajaran pejabat sudah meninjau lokasi banjir, beliau berjanji akan mengawal permohonan normalisasi Sungai Cikamangi sekaligus pembuatan tanggul permanen kepada BBWS. Mudah mudahan saja ada kabar yang baik buat warga di sini,” pungkas Didi. (iim/ono)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
