12.205 KPM PKH Majalengka Graduasi

12.205 KPM PKH Majalengka Graduasi

MAJALENGKA - Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai program utama dan nasional mempunyai dampak langsung yang signifikan terhadap pengurangan kemiskinan dan kesenjangan. Tak terkecuali di Kabupaten Majalengka, PKH menjadi episentrum program-program penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi dan komplementaritas dengan rastra Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), KIS, KIP, Subsidi Listrik, Subsidi LPG 3 Kilogram, Rutilahu, Sertifikasi Kepemilikan Tanah, dan Bansos Pemda).

Koordinator PKH Kabupaten Majalengka Rahmat Sugianto menyebutkan, Graduasi Mandiri Sejahtera merupakan output yang sangat jelas keberhasilan PKH. Pasalnya graduasi mandiri sejahtera adalah keluarnya kepesertaan keluarga penerima manfaat (KPM) secara sadar dan sukarela karena merasa diri sudah tidak layak mendapat bantuan PKH lagi.

\"Graduasi juga memberikan kesempatan kepada warga yang masih menanti di luar sana yang belum mendapatkan bantuan apapun. Kami tidak henti-hentinya memberikan edukasi dan penguatan melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Atau dikenal dengan sekolahnya PKH, yang sebulan sekali dilaksanakan dalam setiap pertemuan kelompok untuk tiap kelompok,\" sebutnya, kemarin (8/1).

Menurutnya tujuan P2K2 adalah merubah pola pikir KPM dengan harapan dapat mengubah perilaku KPM itu sendiri. Perubahan pola pikir KPM diharapkan dapat mengangkat KPM dari kemiskinan.

Dengan P2K2 KPM PKH oleh pendamping sosial dibekali ilmu juga materi pentingnya pendidikan dan kesehatan, pengelolan keuangan keluarga, cara mengasuh anak, perlindungan anak dan lain sebagainya. Disamping itu pihaknya memberikan motivasi untuk mundur dari kepesertaan PKH apabila KPM sudah mengalami perubahan sosial ekonomi.

Sampai hari ini (kemarin, red) pihaknya telah menerima data Sebanyak 12.205 KPM PKH Majalengka Graduasi. Jumlah tersebut terdiri dari 2.658 Graduasi Mandiri, dan 9.547 lainnya Graduasi Alamiah.

Pihaknya terus melaksanakan kegiatan pertemuan kelompok di berbagai wilayah di Kota Angin untuk menyosialisasikan Graduasi Mandiri melalui Metoda Partisipasi Assement (MPA).

\"Metoda partisipasi assement ini menjadi salah satu teknik yang dapat digunakan untuk melibatkan KPM dalam menentukan ukuran tingkat kesejahteraan mereka sendiri,\" jelasnya.

Diharapkan dengan banyaknya KPM yang mengundurkan diri menjadi motivasi dan inspirasi bagi KPM yang sudah berubah ekonomi dan sosialnya. Jika selama ini mengukur kemiskinan di dasarkan pada beberapa indikator para ahli atau orang di luar masyarakat.

Karenanya dengan teknik MPA ini, KPM di beri ruang untuk mendefinisikannya sendiri kriteria keluarga yang layak mendapatkan PKH dan yang tidak layak mendapatkan PKH. Selain itu juga diberikan pembelajaran dan penyadaran kepada KPM untuk menilai tingkat kesejahteraannya sendiri, apakah masih layak mendapat bantuan PKH atau tidak dengan menentukan karakteristik kriteria kaya atau miskin (Keluarga Pra Sejahtera).

Sementara itu, salah seorang pendamping PKH, Irvan Zidni Ramdani telah mengraduasi KPM di dua desa di Kecamatan Cingambul yaitu Desa Muktisari dan Desa Kondang Mekar sebanyak 60 orang. Bukan hal instan pendamping dapat mengraduasi sebanyak 60 orang dalam sehari tersebut, melainkan melalui beberapa proses tahapan yang dilakukan pendamping. \"Salah satunya dengan cara pendekatan emosional secara personal guna menyadarkan KPM yang sudah sejahtera,\" imbuhnya. (ono)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: