Disparbud Apresiasi Gerakan BISA

Disparbud Apresiasi Gerakan BISA

MAJALENGKA- Pemerintah Kabupaten Majalengka mengapresiasi bimbingan teknis Gerakan Bersih Indah Sehat dan Aman (BISA) dan bimbingan teknis fotografi yang dilaksanakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Bupati Majalengka H Karna Sobahi MMpd program ini bisa mendorong pertumbuhan dan meningkatkan daya saing pelaku usaha UKM ekonomi kreatif (ekraf) dan generasi muda sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian. “Diharapkan program ini dapat meningkatkan kerja sama dan dapat turut mengembangkan potensi ekraf sesuai sumber daya khas di masing-masing daerah. Sehingga dapat menjadi salah satu pembangun struktur perekonomian serta menjadi daya tarik dalam mengundang wisatawan dalam maupun luar negeri,” ujarnya. Selain itu Bupati juga mengatakan gerakan BISA di seluruh objek wisata harus digalakkan demi kesehatan dan keselamatan semua pihak. \"Mari kita galakkan gerakan BISA maupun 3M di seluruh objek wisata agar kesehatan dan keselamatan kita tetap terjaga, dengan gerakan-gerakan diatas berarti kita jiga telah melakukan kebiasaan baru ditengah masa pandemi wabah virus corona (Covid-19),\" ungkapnya. Bupati menambahkan pelatihan ini harus memiliki dampak positif terhadap keberlangsungan objek wisata. Sehingga bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah di tengah pandemi Covid-19. “Giat ini harus mampu menghadirkan geliat perekonomian masyarakat di objek wisata. Sehingga harapan kita objek wisata mampu menjadi lumbung kebangkitan ekonomi Majalengka,” harapnya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dr Hj Lilis Yuliasih MPd, mengatakan di masa pandemi Covid-19 ini, semua pihak dihadapkan pada tantangan yang berat. Sehingga harus lebih giat dan kreatif dalam menciptakan peluang. Dalam program BISA, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memberikan berbagai pendampingan untuk peningkatan kompetensi pelaku UKM ekraf yang diantaranya melakukan pelatihan fotografi menggunakan smartphone. \"Upload gambar-gambar indah wisata mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Sejumlah tempat pariwisata nge-hits karena unggahan foto para pengunjung atau pengelola tempat wisata,\" ungkapnya. Dirinya juga menambahkan bimtek fotografi diselenggarakan dengan narasumber berkompeten yang merupakan fotografer bersertifikat . \"Konten branding menjadi kebutuhan yang sangat vital. Bukan hanya harus bagus, tapi foto harus bisa merepresentasikan dan bercerita. Dengan begitu, wisatawan bisa langsung tergerak untuk datang ke destinasi wisata,” jelasnya Dirinya menambahkan jika pemasaran destinasi wisata harus juga diimbangi oleh digital dan peran UKM ekonomi kreatif, karena hal itu dirasa lebih efektif menjangkau wisatawan. “Pemasaran menjadi titik sentral sebuah destinasi. Kini pemasaran memakai konsep digital sehingga lebih efektif dan cepat. Untuk itu, penyesuaian harus dilakukan. Model pemasaran dengan bantuan pamflet sudah mulai ditinggalkan. Sekarang fokusnya ke digital, apalagi banyak orang sekarang punya smartphone,” pungkasnya. (bae/opl)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: