Hajatan, Jangan Lupa Protokol!
MAJALENGKA-Tempat cuci tangan sudah tersedia di acara resepsi pernikahan dan hajatan. Seperti yang dilakukan warga Desa Beusi Kecamatan Ligung, Edi Setiadi (48). Penuturan Edi, sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona, dirinya telah membuat alat pencuci tangan beberapa hari sebelum pelaksanaan resepsi pernikahan putranya. “Kami harus mematuhi anjuran pemerintah untuk menyediakan alat pencuci tangan plus sabun untuk menghindari penyebaran virus corona,” ujar Edi kepada wartawan koran ini, kemarin. Ditambahkan alumni SMPN Palasah angkatan 1988 ini, dirinya sengaja menyediakan waktu khusus untuk alumni SMPN Palasah untuk bisa bersilaturahmi pada momentum resepsi pernikahan putranya tersebut. Sehingga bisa bersilaturahmi dan bercengkrama dengan teman saat berbaju biru putih tersebut. Begitupula pada acara resepsi pernikahan, putra dari anggota DPRD Kota Bandung, Ir Kurnia Solihat dengan putri dari Ketua PKBM Cinta Damai Majalengka, Drs Entis Sutiana MSi yang digelar di Jalan Babakan Jawa Kecamatan Majalengka. Selain disediakan alat untuk cuci tangan dan hand sanitizer juga tamu undangan menjalani tes suhu tubuh sebelum memasuki area resepsi. Sementara, Ketua RW 05 Kelurahan Majalengka Kulon, Drs H Djadja M Sardja, MPd mengingatkan kepada para pengantar pernikahan untuk mengenakan masker dan mengikuti protokol kesehatan. “Pandemi covid-19 masih belum berakhir, karena itu kita harus tetap waspada dengan menjaga jarak dan mengenakan masker,” pesan H Jaja saat pelepasan calon pengatin pria beberapa waktu lalu. Diakuinya, acara hajatan pernikahan saat ini meningkat dan tidak bisa dibendung lagi. “Setiap hari bisa mencapai 5-7 acara resepsi dan undangan pernikahan maupun khitanan,” ujarnya. Senada, Ketua RW 03 Kelurahan Majalengka Kulon, Iing Hasan Ismail mengaku cukup sulit untuk pebatasan jumlah pengantar acara akad nikah dan pihaknya tidak bisa berbuat banyaj ketika pengantar mempelai pria jumlahnya ratusan. Seperti saat acara akad nikah seorang warganya pada Sabtu (8/8) di Jalan Emen Slamet, karena mempelai pria asal Kelurahan Cicurug yang notabene masih kompak sehingga jumlah pengantar akad nikah mencapai 300 orang. “Kami menyiapkan tempat cuci tangan dan berupaya untuk mengurangi kerumunan dan mengiingatkan untuk bermasker,” tuturnya.(ara)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
