Guru SMPN 3 Jatiwangi Terbitkan Karya Tulis
MAJALENGKA- Guru SMPN 3 Jatiwangi, Iit Sutimah SPd berhasil membuat karya tulis di tengah masa pandemi covid-19. Iit menyebutkan masa pandemi covid-19 memberikan hikmah tersendiri bagi guru dan siswa SMPN 3 Jatiwangi Majalengka. Selama belajar di rumah, mereka bisa menghasilkan karya dalam bidang literasi. Di SMPN 3 Jatiwangi, awalnya ia bergabung dalam Komunitas Yuk Menulis (KYM) yang dipimpin oleh Vitriya Mardiyati. Lalu ia mengajak beberapa orang guru dan siswa untuk mengikuti event menulis puisi bersama tentang corona. Selanjutnya ia bergabung dengan Tjahyati Chandra Kasih SPd, Yossy Herawati SPd dan 6 siswa SMPN 3 Jatiwangi serta seorang siswa SD Gunungsari (Akbar) dengan 1.070 penulis lain dan menghasilkan buku puisi berjudul “Untuk Kita yang Sedang Berjuang”. Ia pun terus menekuni hobinya dengan menulis buku cerita anak solo berjudul Kado Terindah. Dia mengatakan terbitnya buku ini karena dorongan dari Vitriya Mardiyati yang senantiasa memberi semangat untuk berkarya. Selesai buku cerita anak, Iit menulis pengalaman hidupnya dalam buku Menyusuri Jejak. Selain itu dia berkolaborasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam buku kumpulan quote Lentera Makna dan dengan Bambang Pamungkas dalam buku Tualang. Pada Juni 2020, ia mengajak rekan-rekan guru di SMPN 3 Jatiwangi untuk mengikuti workshop puisi bersama KYM. Tetapi hanya seorang guru yang merespons yaitu Tjahyati Chandra Kasih. Akhirnya, berdua dengan 200 peserta mengikuti workshop puisi lainnya berhasil menulis buku puisi solo. Ia dengan bukunya Untaian Kata Ungkapan Rasa dan Tjahyati dengan Asa dan Rasa dalam Untaian Kata. “Kami berdua sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Mba Vit dan KYM-nya yang sudah memberi kesempatan untuk berkarya,” ujar Iit kepada Radar kemarin. Kepala SMPN 3 Jatiwangi, Kartim, SPd, M.Si mengapresiasi karya tulisnya tersebut. “Semoga karya-karyanya bisa bermanfaat untuk pembaca di mana pun dan jejaknya bisa diikuti oleh guru-guru dan para siswa dalam mengembangkan literasi di sekolah,” ujar Kartim. (ara)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
