BPS Majalengka Siapkan 2.102 Petugas

BPS Majalengka Siapkan 2.102 Petugas

Badan Pusat Statistik (BPS) bakal menggelar sensus penduduk 2020. Sesuai dengan amanat undang-undang, sensus dilaksanakan setiap 10 tahun. Dimana sensus penduduk digelar di tahun 0 (2020), sensus pertanian di tahun 3 (2023), dan sensus ekonomi di tahun 6 (2026). Kepala BPS Kabupaten Majalengka, Drs Jerison Sumual MM mengatakan sesuai amanat presiden, sensus penduduk tahun ini menitikberatkan pada target satu data kependudukan Indonesia. Sehingga pihaknya menggandeng Disdukcapil di level daerah atau Kemendagri di level pusat. Terkait pelaksanaan sensus yang dligelar 10 tahun sekali, Jerison mengatakan hal tersebut sesuai dengan amanat undang-undang. Termasuk jika digelar dalam rentang waktu yang terlalu dekat, maka membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. \"Sensus penduduk kali ini dilaksanakan dalam dua metode, online dan wawancara langsung,\" terang Jerison. Sesuai petunjuk teknis dari pusat, BPS Majalengka telah merekrut 2.102 petugas yang terdiri dari 1.751 petugas pencacah dan 351 koordinator tim. Sementara Pemetaan Sensus Penduduk tahun 2020 (SP2020) wilayah kerja statistiknya (wilkerstat) adalah Satuan Lingkungan Setempat (SLS) terkecil. Sebanyak 2.102 petugas di Majalengka nantinya akan menangani 6.500 SLS, dengan beban 1 petugas 5 SLS atau 1 petugas mencatat 60 kepala keluarga. BPS juga menggelar rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait di daerah, seperti rapat koordinasi di tingkat kabupaten yang digelar di gedung Yudha SetdaMajalengka4 Februari lalu dan tingkat kecamatan seperti yang digelar di aula Kecamatan Majalengka Senin (10/2). \"Sensus penduduk akan diawali metode online 15 Februari sampai 31 Maret 2020, sementara metode wawancara dilaksanakan 1 sampai 31 Juli mendatang,\" terang Jerison. Kasi Statistik Sosial BPS Majalengka, Ena Heriyana BSt menambahkan, digunakannya metode online karena saat ini sudah banyak masyarakat yang melek teknologi. Selain itu tujuannya memfasilitasi target sensus agar kesibukannya tidak terganggu. Sosialisasi sensus dilakukan secara masif melalui pejabat Pemkab, pemcam sampe ke tingkat RW dan RT. Petugas sensus metode wawancara juga akan menggunakan Android agar data langsung masuk server. Data dasar atau basis data diambil dari data Adminduk, jika target sensus belum terekam berarti sasaran tidak muncul di data awal dan tidak bisa ikut metode online namun akan disisir melalui metode wawancara. \"Batasan penduduk dicatat jika secara de facto selama 6 bulan tinggal di Majalengka. Baik online dan wawancara semua didata baik yang stay maupun merantau,\" terang Ena. Namun basis data Adminduk yang menjadi dasar sensus berasal dari Adminduk dibawah Juni 2019. Sehingga bagi target sensus yang melakukan perekaman setelah deadline tersebut, maka akan didata langsung di lapangan. BPS Majalengka memiliki proyeksi1.199.300jiwa penduduk Majalengka di tahun 2019. Jumlah tersebut naik sekitar32.800jiwa dibanding data sensus tahun 2010 sekitar1.166.500jiwa (lihat grafis). Jumlah tersebut dengan asumsi pertumbuhan penduduk 0,45 persen karena migrasi yang berimbang. Selain itu warga yang ke luar daerah bahkan ke luar negeri lebih banyak, salah satunya TKI tidak tercatat sensus. \"Sensus juga akan menyisir warga negara asing jika tinggal minimal setahun setelah memiliki kitap,\" terang Ena. Terkait perbedaan data dengan pemerintah, Ena menegaskan BPS memiliki metode dan teknik yang sudah disepakati serta mengacu kepada metode internasional. Seperti kegiatan survei sosial ekonomi nasional melakukan proxy pendapatan dengan pendekatan pengeluaran. \"Contohnya penghasilan Rp451.000per bulan per kapita tidak termasuk warga miskin, dengan asumsi kalau satu rumah tangga ada 4 jiwa minimal harus berpenghasilan Rp1,8 juta,\" terangnya. Contoh lainnya adalah penghitungan IPM yang sudah jelas indikatornya. Pendidikan dari rata-rata usia sekolah, rata-rata lama sekolah Majalengka 6,9, harapan lama sekolah 12, dan harapan partisipasi sekolah dari usia 7 tahun. (iim)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: