Disparbud Dukung Pengembangan Desa Wisata
MAJALENGKA - Kabupaten Majalengka dikenal dengan Kabupaten Seribu Curug, yang menjadi andalan untuk mendatangkan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Namun potensi Majalengka tidak hanya curug (air terjun). Alam Majalengka menyimpan banyak potensi termasuk kawasan pertanian di desa. Hal tersebut dibuktikan Pemerintah Desa Kawunggirang Kecamatan Maja yang membangun kawasan wisata dari bambu yang dinamakan Saung Pakuwon. Kawasan wisata tersebut memanfaatkan lahan persawahan, dan berada tepat di samping jalur provinsi Majalengka-Talaga. Kepala Desa Kawunggirang Ili Hariri mengatakan, dengan memanfaatkan potensi pinggir jalan provinsi pihaknya ingin meningkatkan ekonomi warga dan pendapatan asli desa. Terkait pemilihan bambu, dirinya menilai bambu memiliki sifat unik dan nantinya bisa dibuat suvenir untuk wisatawan. \"Kami juga nanti akan menerapkan peraturan pengunjung yang belanja tidak membayar memakai uang secara langsung, tapi ditukar uang dari bambu,\" terang Ili. Luas Saung Pakuwon sendiri kurang dari 1 hektar, yang merupakan tanah desa dan nantinya dikelola BUMDes. Saung Pakuwon dibangun dengan menghabiskan 2.500 batang bambu jenis tali dan surat yang bahan bakunya berasal dari Kawunggirang dan beberapa bambu kecil dari luar daerah. Ide membangun Saung Pakuwon, menurut Ili sudah muncul saat dirinya pertama kali menjadi kepala desa tahun 2017 lalu. Namun ditahan karena belum terkonsep matang dan khawatir salah mengambil keputusan. Saung Pakuwon diawali kegiatan Festival Gebrag Ancak, budaya Kawunggirang yang 32 tahun sudah hilang. Gebrag Ancak digelar setiap tanggal 12 Rabiul Awal atau peringatan kelahiran Nabi Muhammad. \"Ancak kalau di Jawa seperti gerebeg mulud. Nantinya bisa dipadukan wisata religi dan ziarah ke makam keramat Mbah Bahim keturunan Syeh Abdul Muhyi Pamijahan, yang berada di kawasan Saung Pakuwon. Kedepan kami akan membuat kawasan wisata edukasi untuk anak-anak seperti menanam padi dan menggembala kerbau, ulinpiade atau permainan anak-anak dan mini zoo di kawasan Saung Pakuwon,\" pungkas kades. Sementara Sektetaris Disparbud, Hj Roppedah SPd mengaku bangga dengan inisiatif Pemdes Kawunggirang dan mengajak masyarakat menikmati wisata alam. Objek wisata menurutnya tidak harus punya curug, gunung atau wisata adrenalin. \"Tapi dengan memanfaatkan alam sekitar desa, juga bisa menghasilkan pendapatan untuk desa dari wisata. Sesuaikan dengan kearifan lokal, karena banyak orang Majalengka sendiri yang kangen suasana alam Majalengka,\" ujar Roppedah. Roppedah menegaskan saung Pakuwon dekat dengan makam keramat, sehingga bisa dikolaborasikan dengan wisata religi. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan membantu untuk pengembangan wisata di desa, karena sudah merupakan tugas dan kewajiban. \"Kami mendukung program gubernur one village one tourism atau desa mandiri melalui wisata. Kami juga terus koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa,\" pungkas mantan Sekretaris Dinas Pendidikan itu. (iim)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
