Tiga Jalan Desa Nyaris Putus, Jalan Desa Cibodas- Nunuk Baru Ditutup, Pasirayu Satu Arah
MAJALENGKA-Hujan deras yang terjadi beberapa hari ini membuat tiga ruas jalan penghubung antar desa ambles. Pertama jalan penghubung Desa Cibodas dan Desa Nunuk Baru ambles karena abrasi. Hujan deras yang terjadi Jumat (24/1) membuat sungai yang melahir di Desa Cibodas meluap dan akhirnya mengikis jalan hingga akhirnya ambles dan terputus. Kedua Jalan Raya Munjul-Ciandeu, tepatnya di Blok Muktirahayu, Rt. 001/008, Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, yang longsor saat hujan deras yang terjadi Sabtu (25/1). Ketiga bahu jalan raya Desa Pasirayu yang menghubungkan Pondok Pesantren (Ponpes) Asromo dengan Desa Ciomas, Kecamatan Sindang. Jalan itu ambles pada Sabtu (25/1). Dandim 0617/Majalengka, Letkol Inf Harry Subarkah pun langsung melakukan peninjauan di dua lokasi jalan. Yakni jalan yang menghubungkan Desa Cibodas-Nunuk Baru dan meninjau jalan Desa Pasirayu, Kecamatan Sindang. Bahu jalan Desa Pasirayu, kata dia, diketahui ambles sekitar 10 meter dan mengalami retak-retak sepanjang 70 meter. Ia mengimbau untuk kenyamanan, pengguna jalan diminta tidak menginjak bahu jalan yang retak. \"Akibat peristiwa tersebut, untuk sementara jalan utama Desa Pasirayu menuju Ponpes Asromo dari Desa Ciomas, satu arah atau sistem buka tutup jalan,\" ujarnya. Dandim menjelaskan, musibah jalan ambles tersebut diduga akibat saluran air di bawah jalan utama tertutup timbunan longsor. Akhirnya air meluap dan membuat jalan ambles. \"Untuk sementara, kami memasang rambu-rambu di sekitar lokasi yang ambles. Dengan begitu, masyarakat yang melintas dapat lebih hati-hati,\" ujarnya. Letkol Inf Harry juga mengatakan, kejadian amblesnya jalan di wilayah tersebut bukan baru pertama kali terjadi. Menurut dia, daerah itu memang rawan bencana, khususnya longsor ketika musim hujan. “Karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada. Apalagi, saat ini mulai musim hujan,\" imbaunya. Dalam tinjauannya ke jalan yang terputus di Desa Cibodas, Harry menyebutukan kejadian berawal saat hujan dengan intensitas tinggi turun pada Jumat (24/1) sore. Kondisi itu membuat Sungai Cibodas meluap dan air mengikis Jalan Raya Cibodas-Nunuk Baru \"Jalan sepanjang 15 meter dengan lebar jalan 3 meter terkikis dan terputus hingga tidak bisa dilewati kendaraan. Kejadian tersebut terjadi akibat lokasi sungai yang berbelok di pinggir jalan. Karena debit air tinggi dan deras menghantam tanah pinggir sungai akhirnya terkikis hingga ke jalan,\" ungkapnya. Akibat kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun kerugian materi diperkirakan sekitar Rp200 juta. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Permana mengatakan curah hujan dan debit air Sungai Cibodas yang tinggi serta adanya pedangkalan sungai membuat pinggiran sungai terkikis. Akibatnya, akses jalan dari Desa Cibodas ke Desa Nunuk Baru terputus. BPBD, kata dia, telah menurunkan tim assessment. Akses jalan Desa Cibodas- Nunuk Baru sudah ditutup demi keselamatan warga. Sementara bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan Jalan Raya Munjul-Ciandeu, tepatnya di Blok Muktirahayu, Rt. 001/008, Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka tersebut terjadi Sabtu (25/1) sekitar pukul 17.30 WIB. Menurut Kapolsekta Majalengka, AKP Kustadi, longsor mengakibatkan bahu jalan raya tergerus dan nyaris putus. Ia mengatakan longsoran tanah sepanjang 20 meter dengan kedalaman 12 meter dan lebar 6 Meter. Sedangkan, ruas bahu jalan yang terkikis sekitar 2 meter. \"Kami menduga peristiwa longsor ini diakibatkan dari bronjong penahan tanah yang sudah rapuh, sehingga tidak kuat lagi untuk menopang kontur tanah yang terkena curah hujan tinggi,\" katanya. Dijelaskan Kustadi, arus lalu lintas di jalan tersebut masih bisa dilewati oleh kendaran, baik roda dua maupun roda empat. Namun, khusus untuk mobil beban berat tidak diperbolehkan melintas. \"Tak ada korban jiwa pada peristiwa longsor tersebut, namun kerugian materil kami memperkirakan mencapai Rp25 juta,\" tandasnya.(bae)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
