Dinkes Pulangkan 32 Pasien ODGJ

Dinkes Pulangkan 32 Pasien ODGJ

MAJALENGKA - Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Majalengka mengembalikan puluhan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kegiatan pelepasan sekaligus pengembalian kembali kepada pihak keluarga itu dilakukan di aula Dinkes, Senin (13/1). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, H Alimuddin SSos MM MMKes menyebutkan 17 Desember lalu pihaknya telah mengirimkan 32 orang ODGJ untuk dilakukan pengobatan di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor. \"Artinya selama 21 hari di rawat di sana, alhamdulilah hari ini mereka kembali dengan banyak perubahan. Mereka sudah kelihatan normal tetapi tetap masih membutuhkan perawatan yang dilakukan dengan pemberian obat secara rutin,\" jelas Alimuddin. Pihaknya mencatat, penderita ODGJ di Kabupaten Majalengka hingga tahun 2019 lalu ada sebanyak 1.100 orang. Rata-rata penderita gangguan jiwa diakibatkan faktor bawaan 60 persen dan sebagian karena faktor masalah kehidupan dan depresi. Pihaknya menyambut positif pemulangan ODGJ ini dengan banyaknya perubahan secara individu. Adapun pada tahun 2018, kata Ali, pihaknya melakukan perawatan dan pengobat ODGJ sekitar 13 persen. Untuk tahun 2019 sebanyak 70 persen telah diberikan pengobatan dan perawatan di RS jiwa. \"Diharapkan dengan pengobatan dan perawatan secara bertahap ini, jumlah ODGJ di Majalengka akan berkurang. Sekaligus merealisasikan tekad Majalengka bebas pasung di tahun 2020,\" harapnya. Sementara itu, promotor kesehatan jiwa Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM), Iyep Yudiana mengingatkan para pasien pasca rawat ODGJ harus rutin meminum obat dan berkonsultasi dengan dokter baik pada Puskesmas maupun rumah sakit setempat. \"Pihak keluarga juga harus menjalin komunikasi hangat dengan pasien pasca rawat ODGJ,\" pesannya. Disamping itu, dirinya meminta pihak keluarga untuk membiarkan pasien pasca rawat ODGJ beraktivitas. Aktivitas yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan dilakukan secara bertahap. \"Kepulangan ke-32 pasien pasca rawat ODGJ Kabupaten Majalengka, sebagian besar dikatakan pulih terkontrol. Fungsi fisik seperti bisa jalan, fungsi sosial seperti bersalaman dan bertegur sapa. Mereka bisa lakukan,\" jelasnya. Ditambahkan, selama ini RSMM memberikan sepenuhnya aktivitas harian kepada pasien. Selain pemeriksaan kesehatan kejiwaan secara rutin juga diberikan bimbingan rohani,  olahraga, kesenian dan penyaluran hobi mereka. \"Saya berharap fungsikan kembali mereka karena mereka juga punya cita-cita untuk kembali berada di tengah-tengah masyarakat yakni bisa hidup secara normal lagi,\" tandasnya. (ono)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: