Otoritas Arab Bakal Cek BIJB
MAJALENGKA - Keputusan final penggunaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati untuk penerbangan haji akan ditentukan oleh otoritas penerbangan Arab Saudi. Akhir Januari mendatang, otoritas yang bernama General Authorized of Civil Aviation (GACA), akan hadir di BIJB untuk memastikan kesiapan yang mencakup segala aspek di bandara. Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Kertajati, Ibut Astono menjelaskan, GACA ini nantinya akan memutuskan penggunaan bandara. Meskipun pada hakikatnya segala aspek telah dipenuhi BIJB dan instansi pemerintah vertikal lainnya, namun GACA yang akan memberikan keputusan final. “Otoritas penerbangan GACA, atau Kemenhubnya kerajaan Saudi akan mengecek kesiapan bandara-bandara yang akan dijadikan penerbangan haji, terutama bandara Kertajati. Sebetulnya mereka hanya ingin memastikan saja, karena Bandara Kertajati ini terhitung baru mau digunakan. Sebab, dari berbagai aspek, kami rasa semua sudah dipenuhi dengan baik di sini,” kata Ibut kepada wartawan. Dia menyebutkan, aspek-aspek penting telah dipenuhi untuk melakukan penerbangan internasional, khususnya penerbangan haji. Di antaranya, check in counter, pemeriksaan x-ray penumpang dan barang bawaan, imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan lain sebagainya. “Pokoknya semua aspek yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan penerbangan internasional, mencakup sisi darat dan sisi udara,” tuturnya. Hasil dari kedatangan tim GACA akan dilaporkan kepada kementerian terkait di tingkat pusat. Pihaknya sebagai operator bandara telah berupaya maksimal sejak lama dalam menyempurnakan hal-hal yang dibutuhkan dalam menunjang kelancaran dan keselamatan penerbangan internasional, khususnya pemenangan jamaah haji. Dia menambahkan, pada waktunya nanti Bandara Kertajati akan sibuk melayani 3-4 kali penerbangan jemaah haji per hari, baik itu keberangkatan maupun landing pemulangan. Mengenai proses administrasi yang dijalani oleh para jamaah masih tetap dilaksanakan di asrama haji Bekasi. Setelah jamaah menuju Bandara Kertajati untuk transit menunggu pesawat boarding dan kemudian take off ke Jeddah maupun Madinah. Direktur Utama PT BIJB Salahudin Rafi mengatakan, penerbangan umrah perdana telah dilaksanakan oleh Citilink sebagai pembuka kembali rute umrah yang sebelumnya sempat terhenti. Kepercayaan Citilink menurutnya menunjukan kesiapan bandara tersebut melayani penerbangan internasional. “Kami siap melayani penerbangan haji 2020, kami juga sudah siap dengan penerbangan umrah. Inagurasi penerbangan umrah perdana Citilink ini bukti kesiapan kita menggelar penerbangan internasional. Haji, umrah, dan penerbangan internasional kita sudah siap,” kata Salahudin Rafi. (azs)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
