Tim Kemendes Nilai Desa Bantaragung
MAJALENGKA- Desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi terpilih menjadi Desa Wisata yang masuk 5 besar se-Provinsi Jawa Barat. Karenanya mendapatkan penilaian dari tim Kementian Desa Republik Indonesia, kemarin (15/10). Sebelum melaksanakan kunjungan dan penilaian ke lapangan, Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi MMPd menerima tim penilai di Gedung Negara Pendopo didampingi Sekda Drs H Ahmad Sodikin, MM beserta para Asda, staf ahli dan kepala OPD terkait. Yakni, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Tim penilai dari Kementian Desa, Minarni Marbun menyebutkan, ada 28 kabupaten/kota se- Indonesia yang dinilai oleh Kemendes RI pada lomba Desa Wisata. Dan, Kabupaten Majalengka masuk 5 besar di Jabar bersama Bekasi, Pangandaran, Sukabumi dan Garut. “Sejak tahun 2017 Kemendes memberi bantuan kepada desa, dan penialian desa wisata ini juga sebagai pembinaan desa wisata agar lebih berkembang. Kami akan melihat langsung ke lapangan dan ingin mengetahui juga kebijakan pemda dalam mendukung pengembangan desa wisata,“ beber Minarni diiyakan tim lainnya Mas Kelik dan Raksa Gumelar. Diakui Minarni, urusan pengembangan pariwisata di Indonesia sesungguhnya menjadi kewenangan Kementerian Pariwisata. Tetapi karena adanya wisata itu di desa, sehingga Kemendes berkolaborasi dengan unsur terkait untuk mengadakan lomba desa wisata. Dengan harapan bisa mengembangkan wisata dan menarik minat wisatawan untuk datang ke Indonesia. Pada penilaian lomba desa wisata ini, Kementerian Desa PDTT melibatkan Direktorat Sarpras, Ditjen PPMD. Bupati H Karna Sobahi menyambut positif kehadiran tim Kemendes untuk melakukan penilaian ke Desa Bantaragung. Selama ini, dana desa masih fokus untuk pembangunan infrastruktur dan masih belum banyak dialokasikan untuk pembangunan desa wisata. Bupati Karna membeberkan dari 330 desa dan 13 kelurahan di Kabupaten Majalengka yang memiliki lahan seluas 120 ribu hektare lebih, beruntung memiliki karakter berbeda dan memiliki obyek wisata alam potensial serta alami. Sehingga Pemkab Majalengkha konsern menjadikan wisata sebagai lokomotif perekonomian masyarakat. Indahnya wisata alam di Kabupaten Majalengka membuat Gubernur Jabar HM Ridwan Kamil sudah 11 kali datang untuk melihat obyek wisata alam. “Kami akan menjadikan wisata sebagai andalan karena akan mengungkit pertumbuhan ekonomi, budaya dan tenaga kerja,” kata Karna. Diakui, kendala pengembangan wisata selama ini karena akses jalan. Sehingga Pemkab Majalegka akan membangun jalan sepanjang 44 km yang menghubungkan Cikijing-Sindangwangi. (ara)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
