Perkenalkan Batik Prada ke Siswa SD

Perkenalkan Batik Prada ke Siswa SD

JATIWANGI- Puluhan siswa SDN Leuweunggede IV Desa Leuweunggede Kecamatan Jatiwangi mengunjungi dan melihat proses pembuatan batik Prada di Dusun 5 Blok Pasuketan, Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi, kemarin (8/10). Guru SDN Leuweunggede IV, Lilik Agnia SPd menyebutkan kunjungan diikuti siswa kelas IV, V dan VI berjumlah 97 anak. Kunjungan itu sebagai upaya memperkenalkan batik pada siswa. Sehingga mereka tidak hanyabisa memakai namun juga mengetahui cara membuat batik. “Kunjungan ke luar kelas ini bertujuan untuk memperkenalkan keragaman budaya dan potensi yang ada di Jatiwangi. Batik Prada ini sangat bagus dan potensial untuk dikembangkan, sehingga para siswa memiliki wawasan tentang batik Prada,” ujar Lilik diiyakan guru lainnya, Chindy Oktaviani SPd Seorang siswa kelas V, Kristine mengaku baru kali ini melihat langsung proses batik Prada. Siswa asal Bojong Desa Leuweunggede ini mengaku senang bisa melihat pembuatan batik Prada. Pemilik Batik Prada, Pipit Fitaningsih menyebutkan usaha batik Prada telah dilakoni sejak tahun 2013 dan dilakukan secara otodidak, tanpa mengikuti pelatihan. “Saya hanya melihat batik biasa yang diubah menjadi elegan dengan harga yang mahal. Secara otodidak saya kembangkan dan kini memiliki 6 pegawai,” tutur Pipit. Dijelaskan, kain batik yang murah bisa menjadi lebih indah dan elegan setelah dibatik ulang dengan batik prada. Dia mencontohkan batik yang harganya semula Rp40 ribu, setelah diproses dengan batik Prada bisa mencapai harga Rp300 ribu. “Kami juga melayani pesanan perorangan yang telah memiliki batik ingin lebih indah dan elegan. Dengan hanya Rp150 ribu dalam sehari bisa selesai dan lebih indah serta berkelas,” tuturnya. Pipit mengakui kendala yang dihadapi saat ini adalah proses pemasaran yang terbatas. Tapi dia bersyukur melalui jejaring media sosial pernah mendapatkan pesanan batik khas Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meminta diperindah dengan batik prada. Disebutkan Pipit batik Prada adalah membatik dengan meniru batik yang sudah ada, sehingga hasilnya lebih cantik. “Batik yang tadinya biasa menjadi luar biasa setelah melewati batik Prada,” kata Pipit kepada Radar. Ia mengaku baru kali ini mendapatkan kunjungan daari para siswa SD dan sangat mengapresiasi dengan kunjungan siswa SD tersebut. (ara)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: