Menurut Dyan, karakteristik geografis menjadi salah satu penyebab angin di Majalengka terasa lebih kencang. Wilayah selatan Majalengka berbatasan dengan kawasan pegunungan, termasuk Gunung Ciremai, sedangkan bagian utara didominasi dataran rendah, persawahan, dan lahan terbuka yang membuat aliran angin bergerak tanpa banyak hambatan.
"Majalengka berada di sebelah utara Gunung Ciremai. Pada musim kemarau, angin bergerak menuruni lereng gunung menuju wilayah Majalengka dengan karakter panas, kering, dan berkecepatan tinggi. Fenomena ini dikenal sebagai angin kumbang," pungkasnya. (ono)