RADARMAJALENGKA.COM– PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (Nabati Group) menggelar kegiatan Semarak Ramadan dengan menyantuni puluhan anak yatim dan mengadakan buka puasa bersama warga di Desa Banjaran, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sekaligus upaya mempererat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar pabrik.
Corporate Communication Manager PT Kaldu Sari Nabati Indonesia, Chandrataruna, mengatakan kegiatan Semarak Ramadan tahun ini diisi dengan santunan kepada sekitar 40 anak yatim, buka puasa bersama warga, serta pembagian produk kepada masyarakat desa.
BACA JUGA:Pemudik Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem dan Longsor di Jalur Perbukitan Majalengka Jelang Lebaran 2026
“Hari ini kami kembali melaksanakan Semarak Ramadan bersama Desa Banjaran, yang menjadi wilayah prioritas karena terdapat pabrik Nabati,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi di bulan suci, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi antara perusahaan, manajemen, dan masyarakat setempat. Ia menambahkan, hubungan baik antara perusahaan dan pemerintah desa turut mendukung kelancaran berbagai program, termasuk CSR.
Selain santunan, Nabati juga menyalurkan produk kepada warga yang dikelola dan didistribusikan oleh pemerintah desa. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus menambah semarak Ramadan hingga Idulfitri.
Dalam kesempatan itu, Chandrataruna mengungkapkan bahwa produk yang diproduksi di pabrik Nabati Majalengka telah menembus pasar internasional, khususnya kawasan Timur Tengah.
“Pasar kami di antaranya Kuwait, Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain. Seluruh produk tersebut diproduksi di Majalengka,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui kondisi ekonomi global serta konflik di Timur Tengah menjadi tantangan tersendiri bagi ekspor. Namun, pihaknya tetap optimistis produk lokal mampu bersaing di pasar global.
Selain Timur Tengah, Nabati juga memperluas pasar ke Afrika dalam dua tahun terakhir, dengan negara tujuan seperti Gabon, Nigeria, dan Afrika Selatan.
“Semua produksinya dilakukan di Majalengka dengan tenaga kerja dari masyarakat setempat,” ujarnya.
Dalam hal penyerapan tenaga kerja, Nabati memprioritaskan warga di sekitar pabrik, seperti Desa Banjaran, Ciparai, dan Garawangi, meski proses rekrutmen dilakukan secara daring dengan standar kompetensi yang berlaku.