MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka, Aeron Randi, menegaskan peluncuran program Quick Wins 100 Hari 2026 sebagai strategi percepatan pembangunan daerah melalui penguatan kolaborasi lintas perangkat daerah.
Inovasi ini dirancang sebagai instrumen akselerasi agar capaian pembangunan lebih cepat dirasakan masyarakat, tanpa mengesampingkan target program prioritas yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Untuk mempercepat kolaborasi inovasi, Pak Bupati meluncurkan Quick Wins 100 Hari 2026 dengan target pencapaian lebih cepat dan melompat. Program dan capaian yang lain tetap dikejar, namun Quick Wins menjadi percepatan,” kata Aeron, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, Quick Wins tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari orkestrasi pembangunan daerah yang menuntut sinergi lintas sektor, lintas perangkat daerah, dan kolaborasi antarlembaga.
BACA JUGA:TMMD 127 Kodim Majalengka Perkuat Tanah Bekas Sawah dengan Gedeg di Sindangwangi
Dalam implementasinya, terdapat program baru sekaligus penguatan inovasi yang telah berjalan sebelumnya. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan dampak cepat sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan jangka menengah daerah.
“Ada yang baru dan ada yang meneruskan yang lama. Program ini juga akan terus bertambah sesuai kebutuhan dan dinamika pembangunan,” ujarnya.
Aeron menegaskan posisi Sekretariat Daerah menjadi kunci dalam memastikan seluruh perangkat daerah bergerak seirama menjalankan Quick Wins 100 Hari 2026. Fungsi koordinasi, monitoring, dan evaluasi diperkuat agar setiap inovasi berjalan efektif dan target percepatan benar-benar tercapai.
“Quick Wins ini menjadi pengungkit. Bukan menggantikan program yang ada, tetapi mempercepat hasilnya agar dampaknya segera dirasakan masyarakat,” tuturnya.
BACA JUGA:6 Tanaman Hias Pembawa Hoki & Kebahagiaan, Menurut Feng Shui, Bikin Vibes Rumah Tambah Nyaman
*Enam Prioritas, Puluhan Inovasi
Program Quick Wins 100 Hari 2026 memuat puluhan inovasi lintas sektor yang dikelompokkan dalam enam prioritas pembangunan daerah, mulai dari sosial-keagamaan, pendidikan-kesehatan, infrastruktur desa, ekonomi inklusif, lingkungan hidup, hingga reformasi birokrasi dan layanan publik digital.
Pada sektor pembangunan kehidupan beragama dan tatanan sosial inklusif, pemerintah daerah menggulirkan program Masjid Modern melalui skema satu kecamatan satu masjid modern untuk memperkuat tata kelola masjid yang profesional dan transparan.
Program Kampung Zakat dikembangkan sebagai model pengumpulan dan pengelolaan zakat berbasis wilayah guna memperkuat peran zakat dalam pengentasan kemiskinan.
Selain itu, terdapat Sajadah sebagai forum penguatan ketahanan keluarga melalui majelis taklim, SPBU Mini untuk akses hunian layak bagi buruh, serta Simpatik Paman Bansos yang berfokus pada verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.