Perusahaan tetap menyediakan opsi pembelian motor listrik berikut baterainya secara langsung bagi mereka yang ingin memiliki aset sepenuhnya tanpa kewajiban pembayaran bulanan.
Hariono mengakui, ada sebagian konsumen yang merasa lebih nyaman memiliki baterai sendiri agar tidak perlu memikirkan kewajiban pembayaran rutin.
Jika terlambat membayar biaya sewa, motor berpotensi tidak dapat digunakan sementara waktu. Karena itu, fleksibilitas pilihan tetap diberikan.
Keunggulan lain dari sistem sewa baterai ini adalah dampaknya terhadap nilai jual kembali motor.
Ketika motor dijual ke pemilik berikutnya, pengguna baru cukup melanjutkan pembayaran biaya sewa dengan nominal yang sama. Artinya, harga jual motor tidak terbebani depresiasi baterai yang mahal.
Selain paket standar Rp200 ribu per bulan, Polytron juga menyediakan opsi lebih hemat bagi pengguna dengan mobilitas rendah.
Tersedia paket sewa baterai Rp125 ribu per bulan yang dirancang untuk kebutuhan penggunaan ringan dan jarak tempuh terbatas.
Strategi ini dinilai sebagai langkah cerdas untuk memperluas adopsi motor listrik di Indonesia.
Dengan memisahkan biaya baterai dari harga motor, konsumen dapat membeli unit kendaraan dengan harga lebih terjangkau, sementara risiko penurunan performa baterai dialihkan ke skema langganan.
Selain upaya mendukung elektrifikasi, layanan sewa baterai Polytron yang relatif terjangkau pun menjadi salah satu faktor kunci yang membuat motor listrik semakin relevan bagi kebutuhan harian masyarakat urban.