Teknologi ini diklaim mampu mengurangi pantulan cahaya hingga 70 persen, sehingga lebih nyaman digunakan untuk membaca dokumen atau menggambar dalam waktu lama.
Tak hanya soal performa, Xiaomi Pad 8 series juga membawa pembaruan besar dari sisi perangkat lunak melalui HyperOS 3.
Sistem operasi terbaru ini dirancang untuk memberikan pengalaman layaknya komputer melalui fitur Workstation Mode.
Dengan mode ini, pengguna dapat menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan dalam tampilan yang lebih fleksibel. Lebih jauh lagi, Xiaomi Pad 8 disebut memiliki kompatibilitas lebih baik dengan ekosistem perangkat lain.
Tablet ini bahkan dikabarkan dapat difungsikan sebagai layar sekunder untuk perangkat Mac maupun Windows, membuka peluang produktivitas lintas platform.
Untuk menunjang mobilitas, Xiaomi menyematkan baterai berkapasitas 9.200 mAh pada kedua model. Daya tahan ini diprediksi mampu menopang penggunaan seharian penuh.
Dalam hal pengisian daya, varian standar mendukung fast charging 45W, sedangkan Xiaomi Pad 8 Pro dibekali teknologi 67W Fast Charging yang memungkinkan pengisian lebih cepat dan efisien.
Meski harga global baru akan diumumkan resmi di MWC 2026, namun sejumlah prediksi tentunya telah beredar.
BACA JUGA:Pemkab Majalengka Wajibkan Stiker Rumah Penerima Bansos demi Transparansi dan Ketepatan Sasaran
Xiaomi Pad 8 diperkirakan dibanderol mulai Rp6 jutaan, sementara Xiaomi Pad 8 Pro kemungkinan berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp10 jutaan, tergantung konfigurasi memori.
Di Indonesia, indikasi kehadiran tablet ini semakin kuat setelah perangkat dengan nomor model yang diduga merujuk pada Xiaomi Pad 8 muncul di laman sertifikasi Komdigi.
Jika mengikuti pola rilis sebelumnya, pre-order di Tanah Air berpotensi dibuka pada pertengahan hingga akhir Maret 2026.