Kalangan investor ritel menduga kuat bahwa target harga dari sekuritas, bisa menjadi aksi "jualan besar-besaran" seperti praktik Pump and Dump yang merugikan.
Sebelumnya analis Samuel Sekuritas, Jonathan Guyadi, turut mengatakan perihal potensi saham RLCO yang bisa naik 820% lagi walau sudah menyentuh harga ATH.
Menurutnya, analisa tentang kenaikan harga saham RLCO sampai Rp80.000 itu, dipicu oleh peluang masuknya Indeks MSCI Indonesia untuk kategori Big Cap.
"Risiko utama terhadap perkiraan kami, perihal penundaan inklusi MSCI yang memberikan tekanan turun pada harga saham," Tutur Jonathan dalam risetnya.
Sementara itu, saham RLCO sendiri dari sisi kinerja keuangannya, diprediksi bisa melampaui proyeksi laba bersih sekitar 15% di 2025.
Terutama untuk asumsi kapitalisasi pasar sekitar Rp5,5 triliun atau setara Rp 8.800 per sahamnya.
Sekadar informasi, RLCO adalah emiten ke-25 di bursa, usai IPO pada Desember 2025, menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia (Kode Broker IF), sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek perseroan.