Honda Beat menghabiskan Rp40.000 untuk bensin dalam dua minggu. Jika ditarik setahun, biaya bensin mencapai sekitar Rp1.028.571 dengan jarak tempuh 6.257 km.
Polytron Fox untuk jarak yang sama hanya butuh biaya listrik sekitar Rp9.658 per dua minggu. Dalam setahun, biaya listriknya sekitar Rp248.370.
Namun biaya rutin perlu dihitung. Polytron Fox S memiliki sewa baterai Rp125.000 per bulan atau Rp1.500.000 per tahun. Honda Beat butuh ganti oli tiap 4.000 km. Dalam setahun, estimasinya dua kali ganti oli dengan total Rp100.000.
BACA JUGA:Investasi PMA dan PMDN Majalengka 2025 Tembus Rp3,36 Triliun, Sinyal Positif Ekonomi Daerah
Pajak tahunan juga berbeda. Honda Beat sekitar Rp233.000 per tahun. Polytron Fox hanya sekitar Rp35.000 per tahun.
Total biaya tahunan mobilitas rendah:
- Honda Beat sekitar Rp1.361.000.
- Polytron Fox S sekitar Rp1.783.000.
- Polytron Fox R sekitar Rp2.688.000.
Di level ini, motor bensin masih lebih hemat.
Simulasi Mobilitas Menengah
Mobilitas dinaikkan. Empat liter bensin kini habis dalam satu minggu.
Di level ini, urutan biaya mulai berubah. Polytron Fox S menjadi yang paling hemat. Honda Beat berada di posisi kedua. Polytron Fox R tetap paling mahal karena biaya sewa baterainya lebih tinggi.
Perbedaan biaya mulai terasa karena konsumsi energi per km motor listrik jauh lebih rendah.
Simulasi Mobilitas Tinggi
Mobilitas tinggi diasumsikan 1 liter bensin habis per hari atau 60 km per hari. Bahkan ada simulasi sampai 3 liter per hari atau 180 km per hari.
Di level ini, penghematan motor listrik sangat jelas. Semakin tinggi jarak tempuh harian, semakin besar selisih biaya antara motor listrik dan motor bensin.
Motor bensin terus mengeluarkan biaya proporsional dengan jarak. Motor listrik lebih stabil karena biaya per km jauh lebih kecil.