Di antaranya adalah pengendara yang tidak menggunakan helm berstandar nasional, pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus lalu lintas, pengendara di bawah umur, serta pengemudi dalam pengaruh alkohol.
Operasi ini tidak hanya bersifat represif atau penindakan, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif.
Langkah ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat secara berkelanjutan, bukan hanya saat operasi digelar.
“Kami tidak hanya menindak pelanggaran, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Edukasi dan pendekatan humanis akan terus kami intensifkan,” ujar AKP Rudy.
Selama dua pekan pelaksanaan, tercatat adanya penurunan jumlah pelanggaran dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun angka pastinya belum dirilis secara resmi, Kasat Lantas menyebut bahwa tren tersebut menunjukkan arah positif dalam peningkatan kesadaran masyarakat.
BACA JUGA:Menteri ATR/BPN Dorong Pemda Lampung Bebaskan BPHTB untuk Warga Miskin Agar Sertifikasi Tanah Lancar
Pihak kepolisian berharap, hasil positif dari Operasi Patuh Lodaya 2025 ini tidak berhenti hanya pada masa pelaksanaan, melainkan dapat menjadi kebiasaan dan budaya yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Majalengka.
“Ketertiban berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga merupakan cerminan perilaku masyarakat yang sadar akan pentingnya keselamatan bersama,” ungkap AKP Rudy.
Polres Majalengka menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program-program peningkatan disiplin berlalu lintas melalui berbagai strategi, termasuk penyuluhan di sekolah, kampanye keselamatan di ruang publik, serta kolaborasi dengan media dan komunitas otomotif.
Dengan pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pelayanan publik, Polres Majalengka berupaya menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya. Ini adalah tugas bersama, dan kami akan terus berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat melalui cara-cara yang edukatif dan solutif,” pungkas AKP Rudy.
BACA JUGA:NU Lampung Timur Apresiasi BPN atas Sertipikasi Tanah Wakaf: 117 Bidang Disertipikatkan Tahun Ini
Berakhirnya Operasi Patuh Lodaya 2025 bukanlah akhir dari upaya menegakkan ketertiban berlalu lintas, melainkan menjadi titik awal untuk melanjutkan misi mewujudkan Majalengka yang lebih disiplin dan berbudaya hukum di jalan raya. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi penting untuk menciptakan lalu lintas yang aman, lancar, dan berkeselamatan. (bae)