“Kami ingin menegaskan bahwa kontrasepsi bukan hanya tanggung jawab perempuan. Laki-laki juga harus berperan. Tentu ada syaratnya, seperti minimal usia 35 tahun, memiliki dua anak, dan mendapat persetujuan dari pasangan,” jelasnya.
Agar implementasi GATI berjalan optimal, BKKBN telah menyiapkan berbagai strategi, mulai dari layanan konsultasi keluarga, pembentukan komunitas berbasis desa, hingga pelaksanaan program Sekolah Bersama Ayah di sekolah-sekolah yang memiliki pusat informasi remaja.
Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan, BKKBN juga merilis Portal GATI, sebuah platform digital terpadu yang digunakan untuk memantau kegiatan, serta mendukung sistem pelaporan dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
“Dengan pelaporan yang sistematis dan digitalisasi program, kita bisa mengukur efektivitas dan menjadikan GATI sebagai model penguatan peran ayah dalam keluarga,” tutup Wihaji.
BACA JUGA:SPPT Mulai Disalurkan, Antusias Bayar PBB
Dengan peluncuran GATI, BKKBN menaruh harapan besar pada penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045. (bae)