Baru Setahun, Dua Jembatan Ambruk

Senin 14-03-2022,14:46 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

MAJALENGKA - Dua jembatan yang ada di Kecamatan Sindangwangi, tepatnya di Desa Buahkapas dan Lengkong Wetan ambruk dihantam banjir. Ironisnya kedua jembatan tersebut baru sekitar satu tahun saja sejak selesai dibangun.

Ambruknya kedua jembatan di dua desa itu, diduga akibat konstruksi bangunan yang kurang kuat, sehingga tidak mampu menahan hempasan air sungai saat sungai banjir.

Menurut Andi warga Desa Lengkong Wetan, saat dikonfirmasi Minggu (13/3) kemarin mengatakan, jembatan yang ada di desanya itu merupakan jembatan untuk akses pertanian. Setiap hari digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian mereka. Jembatan itu baru rampung sekitar bulan Desember tahun 2020.

Tanda tanda kerusakan kata dia, sebenarnya sudah terlihat di bulan Maret 2021, di mana, salah satu pondasi penahan jembatan terlihat ambles tergerus aliran sungai. Bahkan, air terus masuk dan merusak pondasi sebelah utara jembatan. Pihaknya sebenarnya sudah memberitahukan dan meminta agar segera diperbaiki, minimal diberi beronjong atau TPT agar bangunan dan pondasi jembatan tidak jebol. Namun sayangnya hal itu tidak segera dilakukan.

Puncaknya sambung dia pada hari Sabtu kemarin sekitar pukul 13.00 sisi utara jembatan yang pondasinya ambles langsung roboh. Kemudian selang berapa lama hujan besar dan terjadi banjir sehingga menyebabkan kerusakan lebih parah.

“Selain jembatan ambruk satu kandang ayam pelung berisi 26 ekor ayam siap jual, juga ikut hanyut terbawa banjir,”terangnya.

Selain jembatan Lengkong Wetan yang ambruk, dalam waktu bersamaan, jembatan Paria yang menghubungkan Desa Buah Kapas dan Singawada juga bernasib sama, jembatan sepanjang 6 meter lebih yang melintang di aliran sungai Paria itu ambruk total dihantam banjir besar.

Menurut Basuni Ketua BPD Desa Buah Kapas, jembatan tersebut merupakan salah satu akses terdekat yang menghubungkan dua desa di dua kecamatan, antara Buah Kapas Kecamatan Sindangwangi dan Singawada Kecamatan Rajagaluh.

Akibat ambruknya jembatan itu kata dia, meski tidak sampai memutus akses warga. Namun mereka harus memutar jarak yang cukup jauh jika ingin berinteraksi , karena harus memutar melintasi sejumlah desa seperti Leuwilaja, Rajagaluh, kemudian baru ke Singawada.

“Kejadianya sekitar pukul 15 sore hari lah saat hujan besar, air sungai sempat meluap dan membawa material batu kemudian tidak begitu lama, jembatan itu langsung ambruk dan hanyut,” ucapnya.

Beruntung dalam kejadian itu sambung Basuni, tidak ada warga yang melintas sehingga tidak sampai menimbulkan korban. (pai)

Tags :
Kategori :

Terkait