MAJALENGKA - Anggota DPRD Majalengka Aop Ropiki Iskandar mengeluhkan biaya untuk swab antigen di Kabupaten Majalengka yang saat ini harganya bervariasi. Hal tersebut disampaikan lantaran saat ini kebutuhan masyarakat akan swab antigen cukup tinggi.
Contohnya bagi masyarakat yang ingin berpergian untuk mencari nafkah, ini bisa beberapa kali melakukan tes swab atigen mandiri. Dengan tujuan untuk mengetahui kondisi masing-masing dan sebagai bukti jika di dalam perjalanan diperiksa oleh petugas.
\"Oleh sebab itu, saya melihat situasi ini cukup memberatkan masyarakat, swab antigen mandiri yang kini dipatok di harga Rp100 ribu ke atas. Seharusnya bisa lebih murah. Fraksi PAN menyikapi hal ini untuk dapat kiranya pemerintah daerah ikut memikirkan dan membantu beban masyarakat tersebut,” kata pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN.
Bahkan sebagai anggota Komisi IV, dirinya mengusulkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka bisa memberikan subsidi untuk masyarakat dengan ketentuan-ketentuan khusus.
Karena harga yang tinggi di tengah ekonomi yang terpuruk membuat sebagian kelompok masyarakat tak mampu melakukan swab antigen. Padahal testing dalam kondisi-kondisi khusus harus dilakukan agar warga yang beraktivitas tak saling menularkan Covid-19.
\"Bahkan kalau perlu membebaskan biaya swab tersebut buat masyarakat dengan ketentuan-ketentuan khusus. Contohnya masyarakat yang kurang mampu melampirkan beberapa surat keterangan dari desa. Sedangkan untuk anggarannya di mungkinkan melalui anggaran hasil refocusing,” usul Aop Ropiki Iskandar didampingi oleh H M Hanurajasa, anggota legislatif dari partai PAN dan sebagai ketua komisi IV DPRD Majalengka.
Ia menambahkan jika swab dijual dengan harga lebih murah, testing bisa dilakukan dengan lebih masif sebagai pencegahan dini. “Saya berharap pemerintah daerah mengevaluasi ini. Jangan sampai ada kesan mengambil keuntungan dari penderitaan yang ada,”ujarnya. (bae)