Sementara, selain memberikan informasi terkini dalam proses pencarian, pihaknya juga melakukan percepatan kesamaan DNA dengan keluarga ABK. Sehingga, jika nanti ditemukan dalam keadaan meninggal, identifikasi korban akan lebih cepat dilakukan.
Pihaknya belum memastikan korban dalam keadaan hidup atau meninggal. Namun, jika meninggal, maka sudah mengambil sampel DNA dari orangtuanya untuk dikirim ke Korea guna mempercepat identifikasi.
Sementara, di rumah ABK asal Majalengka, tampak sejumlah anggota keluarga memperlihatkan kecemasan. Salah satunya, istri dari ABK tersebut, Ade.
Ade menuturkan, dirinya sangat syok atas peristiwa yang menimpa suaminya tersebut di Korea Selatan. Dia mengaku, terakhir komunikasi dengan suaminya sesaat sebelum kejadian. \"Komunikasi pas kejadian. Jadi saya lihat HP dia aktif. Sempat chatting dibalas dua kali. Setelah itu hanya dilihat saja,\" ungkap Ade.
Dia menyampaikan, sudah sepuluh bulan suaminya tersebut menjadi ABK di Korea Selatan. Ade berharap, suaminya cepat ditemukan dalam kondisi apapun. \"Semoga ada kabar baik dari peristiwa yang menimpa suami saya,\" harapnya. (ono)