Lomba Baca Puisi yang Digelar di SLB-B YPLB Majalengka

Jumat 04-12-2020,05:46 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

Menyaksikan  orang normal  membaca puisi dan lomba baca puisi sudah biasa. Tapi bila menyaksikan orang   dengan kondisi berkebutuhan khusus, seperti tuna wicara dan tuna rungu ikut lomba baca puisi,  itu sesuatu yang langka alias jarang  terjadi.

 

ALMUARAS, Majalengka

 

ITULAH pemandangan yang terjadi di SLB-B YPLB  Majalengka di  Jalan  Siti  Armilah  Kelurahan  Majalengka  Kulon, Kecamatan Majalengka, kemarin (3/12).

 

Ya, Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2020 atau Hari Penyandang Cacat diadakan festival baca puisi bisu bahasa isyarat suara ujaran se- Kabupaten Majalengka.

 

Puluhan peserta secara bergiliran menunjukkan kemampuan membaca puisi di hadapan dewan juri dan para guru di sebuah ruangan kelas SLB-B YPLB Majalengka.

 

Kepala SLB-B YPLB Majalengka, Sri Aminah SPd  mengatakan,  festival puisi   bagi  penyandang tuna rungu dan tuna wicara merupakan kali pertama dilaksanakan di sekolahnya  dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional.

 

Ada sekitar 30 peserta  yang mengikuti lomba baca puisi bisu ini. Terdiri dari siswa tingkat SD, SMP, SMA  hingga para alumni. “Kami ingin menunjukkan pada dunia  bahwa anak tuna rungu dan tuna wicara bisa membaca puisi dengan bahasa isyarat, ujaran dan artikulasinya,” kata  Sri.

 

Pada lomba puisi tersebut disiapkan puisi wajib  dan pilihan. Puisi wajib berjudul Doaku dan pilihan berjudul Sang Guru Kalbu serta Tanda Tanya  karya  Ajip Rosidi.

Tags :
Kategori :

Terkait