MAJALENGKA - Sekretaris Camat Bantarujeg Maman Sumantri SKM bersilaturahmi ke beberapa desa di Kecamatan Bantarujeg, Selasa (21/7). Dalam agenda tersebut sekcam sekaligus mengingatkan kepala desa agar secepatnya melunasi Pajak Bumi Bangunan (PBB). Mengingat target di bulan Juli harus mencapai 60 persen. Sekcam mengatakan, silaturahmi dilakukan agar bisa mengenal keberadaan dan kondisi desa di Kecamatan Bantarujeg. Sehingga bisa terjalin sinergi dan kemitraan antara pemerintah desa dan kecamatan. Silaturahmi dilakukan karena sekcam baru dua pekan dilantik agar bisa lebih dekat bersama pemerintah desa. “Saya meminta pemerintah desa saling membantu untuk teknis penyelesaian PBB. Sejauh ini pajak masih rendah dan diharapkan bisa cepat selesai,” ujar Maman. Saat berkunjung ke Desa Babakansari yang masuk peringkat keempat terbesar untuk pemasok tembakau di Jawa Barat, sekcam menilai menjadi daya tarik tersendiri karena memiliki komoditas unggulan. Apalagi kualitas tembakau Babakansari cukup bagus. Dirinya berharap bisa dipertahankan, apalagi saat ini anak-anak muda lebih memilih bekerja ke luar daerah dibandingkan bercocok tanam. Sementara Sekertaris Desa Babakansari Abudin SE menjelaskan, di desanya mayoritas petani menanam tembakau yang sudah berlangsung bertahun-tahun dengan rasa dan ciri khasnya. Adapun untuk penjualan sudah ke berbagai daerah, di antaranya Sumedang, Garut, dan Tasik. Sejauh ini untuk pendistribusian paling besar ke daerah Cianjur. Namun mengenai Dana Bagi Hasil Cukai tembakau (DBHCT) sudah sekian tahun belum ada timbal balik yang dirasakan para petani tembakau di Desa Babakansari khususnya untuk pemberdayaan. Dia menyebut para petani ingin memiliki sebuah alat atau oven untuk mempercepat proses pengeringan tembakau. “Apalagi ada kelompok taninya, jadi nanti mereka yang mengelola ketika ada alat tersebut,,” paparnya. Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2020, alokasi DBHCT tersebut digunakan dalam lima kegiatan meliputi peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, lingkungan sosial, sosialisasi kebutuhan di bidang cukai, dan pemberantasan barang cukai ilegal. Pihaknya mengharapkan ada peningkatan kualitas bahan baku. Ketika fasilitasnya mendukung maka kemungkinan petani juga lebih semangat. Ketentuan baru terkait pengalokasian dana bagi hasil diharapkan dapat menciptakan proses pengalokasian dana yang semakin adil dan proporsional, sehingga proses perencanaan serta proses pemanfaatan dana semakin bijak. “Jangan sampai nantinya desa Babakansari yang paling utama dalam penghasilan tembakau malah tidak diprioritaskan dan dilupakan,” pungkasnya. (iim)
DBH Cukai Tembakau Belum Terasa
Rabu 22-07-2020,11:39 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 11-04-2026,14:23 WIB
5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki Outdoor yang Cocok untuk Percantik Halaman Rumah
Sabtu 11-04-2026,19:12 WIB
Rumah Semakin Asri & Bebas Polusi, Ini 5 Tanaman Hias Pengusir Energi Negatif yang Mengundang Keberuntungan
Sabtu 11-04-2026,15:37 WIB
Cari Kendaraan Listrik Stylish Tapi Modern? Motor Listrik Uwinfly M110G Jawabannya!
Sabtu 11-04-2026,21:00 WIB
Harga MacBook Neo Indonesia Bocor! Laptop Apple Rp10 Jutaan Segera Masuk Pasar Resmi! Ini Spesifikasinya
Terkini
Minggu 12-04-2026,13:00 WIB
Motor Listrik Uwinfly M110G Tenaga 3000W, Fast Charging 1,5 Jam, Jarak Tempuh 100 Km, Smart App, Rp13 Jutaan
Minggu 12-04-2026,12:07 WIB
5 Jenis Saham Ini Wajib Dicoba Pemula, Modal Kecil Bisa Jadi Besar!
Minggu 12-04-2026,11:13 WIB
Daftar dan Rekomendasi Motor Listrik Subsidi 2026: Harga Mulai Rp 5 Jutaan Kualitas Jangan Diragukan!
Minggu 12-04-2026,10:07 WIB
Cegah Bau Tak Sedap di Rumah dengan 5 Tanaman Pembersih Udara yang Praktis Ini
Minggu 12-04-2026,09:51 WIB