MAJALENGKA - Pemeritah Desa Sadomas Kecamatan Rajagaluh menyatakan penerapan kebijakan dua lockdown bagi wilayahnya bisa berubah. Hal tersebut tergantung hasil tes swab ketiga anggota keluarga sopir bus yang dinyatakan positif pada Senin (1/6) lalu. Kepala Desa Sadomas, Didi Kusnadi mengungkapkan, jika hasil tes swab anggota keluarga pasien Covid-19 ke-tujuh itu salah satunya reaktif hingga positif maka kemungkinan seluruh wilayah Sadomas dilakukan lockdown total. Selama ini kebijakan lockdown total itu hanya dilakukan di satu blok saja yang merupakan domisili sopir bus AKAP tersebut. \"Kita berharap hasil swab bagi ketiga anggota keluarga yakni anak dan istrinya negatif. Sampai saat ini (kemarin) kami masih menunggu hasil swab anggota keluarga pasien,\" ujarnya, kemarin. Didi menyebutkan sesuai dengan instruksi Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd bahwa wilayahnya sudah dilakukan karantina. Bagi warga yang bepergian selalu diimbau menggunakan masker, dan membawa hand sanitizer serta selalu dicek suhu tubuh. Setiap warga yang tidak berkepentingan khusus ke wilayahnya dilarang masuk. Adapun masuk juga akan dilakukan pemeriksaan sesuai dengan protokol kesehatan. Selama ini, lanjut Didi, pihaknya menerapkan kebijakan lockdown lokal dan lockdown total. Untuk yang bersifat total itu diterapkan di satu blok dan satu RT. Sehingga jalan masuk di portal di bagian timur dan barat. Selama waktu 14 hari sejak Senin (1/6) lalu aktivitas masyarakat dianjurkan untuk mengikuti protokol kesehatan. Terkecuali bagi masyarakat yang berkepentingan untuk bekerja dan menyangkut produktivitas perekonomian keluarga. Asalkan tetap mengacu arah protokol kesehatan. \"Di blok tersebut tidak ada boleh warga keluar masuk apalagi dari luar daerah sesuai petunjuk protokol kesehatan,\" ujarnya. Adapun bagi status lokal atau wilayah Sadomas lainnya atau bersifat kegiatan aktivitas seperti biasa namun bagi warga tersebut diwajibkan membawa hand sanitizer dan menggunakan masker, jaga jarak dan menjauhi kerumunan. Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 kabupaten Majalengka, H Alimudin SSos MM MMKes mengungkapkan, kernet bus yang juga orang Rajagaluh sudah diambil swab. Hasilnya sampai saat ini belum keluar. Hasil tersebut berarti bahwa Majalengka masih aman dari status klaster penyebaran lokal. Dari ketujuh pasien Covid-19 kabupaten Majalengka semuanya merupakan imported case atau bawaan dari daerah luar. \"Namun kita masih melakukan identifikasi masalah terpapar dari klaster mana nanti akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pasien,\" tandasnya. (ono)
Bisa Lockdown Satu Desa
Jumat 05-06-2020,09:00 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 10-04-2026,22:45 WIB
Beli Motor Listrik U-Winfly M135H di Shopee, Seharga Rp 21 Jutaan Dapat Skutik Modern untuk Sehari-hari
Jumat 10-04-2026,21:31 WIB
5 Tanaman Hias di Dalam Rumah Penghilang Energi Negatif dan Bikin Rumah Jadi Adem
Jumat 10-04-2026,22:08 WIB
Sekali Cas Bisa 70 Km, Motor Listrik Polytron Evo Electric Tenaga 3000 Watt, Hemat Baterai Harga 28 Jutaan
Jumat 10-04-2026,20:45 WIB
Honda Scoopy Cinnamoroll Edisi Terbatas Tampil Beda, Imut, Irit, Full Fitur Kekinian, Harga Ramah Kantong
Terkini
Sabtu 11-04-2026,19:12 WIB
Rumah Semakin Asri & Bebas Polusi, Ini 5 Tanaman Hias Pengusir Energi Negatif yang Mengundang Keberuntungan
Sabtu 11-04-2026,18:50 WIB
Tempuh 110 Km & Fast Charging, Ini 5 Motor Listrik Viar Lengkap dengan Harga & Spesifikasi Lengkapnya
Sabtu 11-04-2026,18:31 WIB