MAJALENGKA – Anggota DPRD Majalengka melaksanakan reses masa persidangan 2020, Rabu (13/5) hingga Jumat (15/5). Reses di tengah pandemi Corona dilaksanakan berbeda dibanding sebelumnya. Seperti yang dilaksanakan anggota DPRD Majalengka dari daerah pemilihan (dapil) V (Cikijing, Cingambul, Malausma, Bantarujeg, Lemahsugih). Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Majalengka HM Suparman SIP mengatakan, sesuai rencana kerja reses tahun 2020 dilaksanakan kolosal per dapil. Namun karena sedang menghadapi Covid-19 dan sesuai aturan PSBB, maka setiap kecamatan ditempatkan dua anggota DPRD. Sesuai protokoler PSBB Covid-19, peserta tidak lebih dari lima orang dan peserta hanya diwakili kepala desa dan camat. Reses menurut Suparman tetap dilaksanakan karena untuk menyerap aspirasi masyarakat. Sepanjang melaksanakan reses, pihaknya menerima banyak keluhan mengenai Covid-19. Masyarakat menurutnya sudah tidak lagi fokus terhadap wabahnya tetapi lebih kepada bantuan sosial (bansos). Para kepala desa banyak yang mengeluh bantuan sosial khususnya dari provinsi yang tidak tepat sasaran. Seperti yang sudah meninggal masih menerima bantuan. Sejak awal dirinya meminta kewenangan pendataan bantuan sosial diberikan kepada kepala desa, dan bantuan harus terintegrasi antara pusat, provinsi, kabupaten, dan desa. “Tentunya disertai pengawasan dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Di lapangan, ada yang sudah menerima PKH ternyata masih menerima bansos lainnya,” ujar Suparman. Hal senada disampaikan anggota Fraksi PDIP Iman Nurmansyah. Reses selain membahas bansos, juga membahas pembangunan khususnya di Kecamatan Cingambul banyak yang tertunda akibat Covid-19. Sementara untuk data penerima bantuan dari provinsi menurutnya sedikit membingungkan para kepala desa “Di satu sisi kades diminta update data terbaru, tetapi bantuan yang tidak sesuai data yang di-update kades,” terang Iman. Iman menegaskan persoalan data penerima bantuan harus segera diselesaikan karena menimbulkan banyak gejolak di masyarakat. Iman mencontohkan di Cingambul orang yang meninggal 4 tahun lalu masih terdata sebagai penerima bantuan dari provinsi. “Kebanyakan kades mengeluhkan data penerima bantuan provinsi yang ujung-ujungnya kades dituduh yang aneh-aneh,” pungkas Iman. (iim/adv)
Data Bansos Jadi Perhatian Legislatif
Selasa 19-05-2020,10:00 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 02-11-2026,18:53 WIB
Tokoh PPP Jabar Hisyam Mansyur Tolak Mobilisasi Rilis Dukungan DPP, Ingatkan Kader Gunakan Akal Sehat
Senin 02-11-2026,15:36 WIB
6 Dekade Menemani! Yamalube Pro Expedition Perdana Ajak Jelajah Panorama Ranah Minang
Selasa 03-11-2026,07:53 WIB
Mayor Inf Mario Herdiana Belo Pimpin Pelepasan 50 Prajurit Yonif TP 338/Talaga Manggung
Selasa 03-11-2026,09:20 WIB
Bupati Eman Minta Maaf kepada Pasien, Evaluasi Pelayanan Puskesmas Bantarujeg
Selasa 03-11-2026,12:01 WIB
Visi Motor 3.0: OMO-Riders Bandung Jajal Ketangguhan OMO-X di Medan Berbukit
Terkini
Selasa 03-11-2026,12:01 WIB
Visi Motor 3.0: OMO-Riders Bandung Jajal Ketangguhan OMO-X di Medan Berbukit
Selasa 03-11-2026,11:38 WIB
Bikin Anak Muda Kepincut! Ragam Ilustrasi Grand Filano Hybrid Tawarkan Inspirasi Anti-Mainstream
Selasa 03-11-2026,11:13 WIB
Jelang Grand Final CustoMAXI 2026, Intip Keunikan Modifikasi Skutik MAXI Yamaha di 5 Kota Indonesia
Selasa 03-11-2026,09:20 WIB
Bupati Eman Minta Maaf kepada Pasien, Evaluasi Pelayanan Puskesmas Bantarujeg
Selasa 03-11-2026,09:10 WIB