MAJALENGKA-Jasad Tarsidi (27), warga Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, hingga Senin (9/3) belum juga ditemukan. Kaeni (27), istri Tarsidi hanya bisa pasrah. Ia berharap jasad suaminya bisa ditemukan. Meski kemungkinan hidup terasa kecil, Kaeni berharap Tarsidi ditemukan dalam keadaan hidup. “Ya mau dalam keadaan hidup maupun meninggal, semoga para relawan yang mencari suami saya dapat menemukan badan suami saya, semoga saja,\" ungkapnya. Tarsidi dan Kaeni menikah lima tahun silam dan dikaruniai satu orang anak. Ia mengaku saat insiden itu menimpa suaminya, ia sedang berada di rumah orang tuanya di daerah Gintung, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Di hari Tarsidi hanyut, Kaeni mengaku sempat merasakan firasat buruk. Sang anak yang berusia satu tahun itu tiada henti menangis tanpa sebab. “Iya rewel tuh paginya. Pokoknya satu atau dua jam sebelum tahu informasi suami sasya (tenggelam, red),” ujarnya. Kaeni menceritakan, beberapa hari sebelum kejadian itu, sikap Tarsidi sudah berubah drastis. Saat sedang merayakan ulan tahun anaknya, Tarsidi tidak banyak bicara. Ia hanya dia. \"Satu minggu sebelumnya, kami sempat merayakan syukuran anak saya yang pertama. Suami saya sikapnya beda. Diam terus, tidak mau ngomong. Ngomong seadanya. Saya aneh di situ,\" jelasnya. Meski kondisinya seperti itu, Kaeni tidak menganggap hal itu menjadi firasat buruk. Ia hanya menganggap Tarsidi dalam kondisi capek. \"Ya itu dia berubah kayak cuek, suka diam dan tidak mau ngomong. Padahal itu acara anaknya tapi kayak gitu,\" jelasnya. Saat mendapat kabar jika Tarsidi hanyut tenggelam dari sambungan telepon , Kaeni mengaku kaget dan langsung menuju lokasi. Dirinya sambil menggendong anaknya yang masih berusia 1 tahun berharap, Pemerintah Desa, tim SAR Gabungan maupun warga sekitar dapat menemukan suaminya. Sementara Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso melalui Kapolsek Jatitujuh AKP Asep Supriyadi SH menambahkan selain melakukan pencarian, tempat kejadian telah dipasang garis polisi. \"Muspika, aparat desa, Tim Basarnas masih melakukan pencarian dan kegiatan pencarian kali ini di bagi dua lokasi, 1 kelompok dari sini hingga Indramayu, dan 1 kelompok lagi dari Indramayu ke sana,\" ungkapnya. Meski belum ditemukan, kepolisian dan tim lainnya akan berupaya optimal untuk menemukan korban. Ditargetkan dalam tiga hari ke depan, jasad korban bisa ditemukan. \"Jika belum juga ditemukan, kita akan memantau ke muara, di lautan,\" jelasnya. (bae)
Keluarga Pasrah, Berharap Tarsidi Segera Ditemukan
Selasa 10-03-2020,10:30 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 25-07-2026,20:55 WIB
ATR/BPN Dorong RUU Administrasi Pertanahan Jadi Prolegnas Prioritas Atasi Tumpang Tindih Regulasi
Sabtu 25-07-2026,15:55 WIB
Cara Cek Biaya Urus Sertifikat Tanah di BPN, ATR/BPN: Tarif Resmi Bisa Dicek Lewat Sentuh Tanahku
Sabtu 25-07-2026,17:13 WIB
PWI Jabar Gelar Konferprov 12-13 Agustus 2026 di Bandung, Efisiensi Anggaran Jadi Rp450 Juta
Sabtu 25-07-2026,16:18 WIB
Printer Epson L3210 Sanggup Cetak hingga 7.500 Halaman Warna
Sabtu 25-07-2026,16:49 WIB
Wamen ATR/BPN Ossy: RUU Administrasi Pertanahan Sasar Penyelesaian Tumpang Tindih Lahan & Investasi
Terkini
Sabtu 25-07-2026,22:08 WIB
Piala Presiden 2026 Resmi Bergulir, Hadiah Juara Rp16 Miliar Tanpa APBN, Persib vs Arema Buka Turnamen
Sabtu 25-07-2026,20:55 WIB
ATR/BPN Dorong RUU Administrasi Pertanahan Jadi Prolegnas Prioritas Atasi Tumpang Tindih Regulasi
Sabtu 25-07-2026,17:13 WIB
PWI Jabar Gelar Konferprov 12-13 Agustus 2026 di Bandung, Efisiensi Anggaran Jadi Rp450 Juta
Sabtu 25-07-2026,16:49 WIB
Wamen ATR/BPN Ossy: RUU Administrasi Pertanahan Sasar Penyelesaian Tumpang Tindih Lahan & Investasi
Sabtu 25-07-2026,16:18 WIB