MAJALENGKA - Harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Majalengka melonjak hingga mencapai Rp80 ribu per kilogram. Kondisi ini dikaitkan dengan adanya penyebaran virus corona hingga mempengaruhi stabilitas harga. Menurut keterangan sejumlah pedagang di pasar Kadipaten, berita virus corona ini tidak hanya mempengaruhi harga jual di pasaran namun juga berdampak pada sulitnya memperoleh barang dagangan. Salah seorang pedagang , Titin mengatakan melonjaknya harga bawang putih terjadi sejak tiga hari belakangan ini. Sebelumnya harga jual di tingkat pengecer ataupun grosir masih tetap normal, hanya berkisar antara Rp38 ribu hingga Rp 40 ribu untuk setiap kilogramnya. Belakangan harga langsung melesat hingga Rp80 ribu per kilogramnya. “Biasanya kalau terjadi kenaikan harga untuk komoditas apapun selalu bertahap. Justru ini sih langsung di angka Rp80 ribu,” katanya, Minggu (9/2). Mahalnya harga bawang putih akibat langkanya pasokan barang ke pasar. Distributor yang biasanya rutin setiap hari mengirim barang atau paling lambat dua hari, saat ini langsung menghentikan pasokan barang dengan alasan sulit barang. Tidak heran menurut para pedagang jika di sejumlah pengecer saat ini tidak menyediakan bawang putih. Terutama mereka yang kehabisan stok dagangan dan tidak adanya pasokan sama sekali. “Katanya karena virus corona jadi importir berhenti memasok barang. Kabarnya di semua pelabuhan juga kosong,“ tuturnya. Menurut pedagang lainnya, Acuh menambahkan stok bawang putih untuk memasak saat ini kosong. Yang ada hanyalah bawang putih lokal jenis satu siung yang biasanya dipergunakan untuk obat karena harganya lumayan mahal Rp1.000 per siung. “Ini dulu sama dipergunakan untuk masak. Hanya belakangan karena banyak dipergunakan untuk obat harganya jadi melonjak atau mahal,” imbuhnya. Karena harga mahal, omzet penjualan bawang putih pun menjadi turun drastis. Yang biasanya membeli hingga setengah kilogram kini paling hanya 1/4 kilogram saja seharga Rp20 ribu atau bahkan satu ons saja. Berbeda dengan harga bawang merah yang justru mengalami penurunan. Yang semula Rp40 ribu turun Rp10 ribu atau menjadi Rp30 ribu per kilogram. Ini diduga karena di sejumlah wilayah tengah musim panen seperti halnya di Cibodas. Sementara harga komoditas sayuran lainnya masih tetap stabil. Harga yang masih bertahan adalah jahe gajah di angka Rp60 ribu per kilogram, cabai merah Rp60 ribu per kilogram untuk ukuran kecil dan besar masih mencapai Rp90 ribu per kilogramnya. Sedangkan kentang masih tetap stabil Rp15 ribu per kilogramnya. (ono)
Harga Bawang Putih Naik Dua Kali Lipat
Senin 10-02-2020,08:11 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 20-04-2026,06:25 WIB
Top Speed Motor Listrik Paling Gacor Edisi 2026, Berikut 5 Pilihan yang Bisa Ngebut Sampai 130 Km
Senin 20-04-2026,08:30 WIB
Tambah Lengkap dengan GPS, Jarak 156 Km, Irit Tanpa BBM, Begini Spesifikasi Motor Listrik VinFast Viper 2026
Senin 20-04-2026,07:51 WIB
Motor Listrik Baru Uwinfly M135H Rp22 Jutaan, Jarak 180 Km, Tenaga 5000 Watt, Desain Kokoh Andalan 2026
Senin 20-04-2026,05:46 WIB
Kuat Bawa Beban 160 Kg dan Jarak Tempuh Jauh, Berikut Rekomendasi Motor Listrik untuk Kurir Tahan Banting
Senin 20-04-2026,13:49 WIB
Motor Listrik Baterai Swap Paling Relate 2026, Ada 4 Pilihan dengan Kapasitas Baterai Awet Panjang Umurnya
Terkini
Senin 20-04-2026,22:01 WIB
Panduan dan Rekomendasi Tanaman Hias Pot Gantung yang Tidak Gampang Mati, Ini Rahasianya!
Senin 20-04-2026,21:15 WIB
Dramatis! Persib Bandung Ditahan Imbang Dewa United 2-2, Diwarnai 2 Gol Kontroversial Tuan Rumah
Senin 20-04-2026,19:26 WIB
5 Motor Listrik Swap Baterai 2026 Praktis Tanpa Cas Lama, Jarak Hingga 130 Km dan Fitur Modern
Senin 20-04-2026,18:55 WIB
6 Motor Listrik yang Cocok untuk Ojol, Harga Bersahabat dan Spek Hebat Buat Pemakaian Harian
Senin 20-04-2026,18:17 WIB