MAJALENGKA - Sejak dulu Majalengka dikenal sebagai produsen kecap, karena banyaknya perusahaan kecap. Tapi kini perusahaan kecap di Kota Angin terus berkurang tergerus zaman. Perusahaan kecap Majalengka yang masih eksis produksi salah satunya adalah Kecap Maja Menjangan (MM) di Kelurahan Majalengka Kulon Kecamatan Majalengka. Direktur Kecap Maja Menjangan, Ir H Uha Suhardi Saad Wangsadidjaja MP mengungkapkan, usaha kecap yang dirintis orang tuanya H Saad mulai tahun 1940 mencapai puncak masa keemasan tahun 1970-1985-an. “Produksi kecapnya kini telah menurun dan tidak setiap hari produksi. Sebulan paling dua kali produksi kecap,” tutur Suhardi di kediamannya Komplek Puspa Indah Cigasong, kemarin. Putra ketiga dari 7 bersaudara H Saad ini menyebutkan, jumlah pegawai yang sebelumnya mencapai 50 orang kini tinggal 10 orang. Namun hebatnya para pegawai diantaranya sudah bekerja sejak ayahnya merintis usaha kecap sistem mitra kerja, dan sejumlah pegawai diberikan lahan garapan untuk sawah. “Sehingga para pegawainya ketika musim ke sawah bisa menggarap sawahnya terlebih dahulu,” ujar suami dari Dr Hj Mimin Emi Suhaemi MPd ini. Sistem pembuatan kecap dengan bahan utama kedelai hitam lokal masih menggunakan sistem tradisional dengan permentasi tanpa bahan pengawet. “Kendala kami saat ini banyak pabrik kecap dengan produksi besar besaran dengan harga yang bersaing. Agar kecap MM tetap bertahan kami terus mempertahankan kualitas dan rasa dengan aneka rasa yakni manis, asin dan pedas,” tuturnya. Diakuinya, selama menjalankan usahanya ini, belum pernah mendapatkan bantuan modal dari pemerintah. Sementara orang tuanya tidak membolehkan meminjam dari bank untuk menjalankan usaha kecapnya tersebut. “Bantuan dari pemerintah dengan ikut mempromosikan dan memberi ruang mengikuti pameran sudah cukup, baik provinsi maupun kabupaten,” ujar pesiunan PNS di lingkungan Kehutanan ini. Karena produksi kecapnya masih tradisional sehingga kerap dijadikan tempat untuk praktik mahasiswa dalam menyusun skripsi. Juga, tidak ada larangan termasuk untuk peliputan media elektronik maupun cetak. “Kami berharap kecap Majalengka masih tetap eksis dan disukai oleh maasyarakat tidak hanya para orang tua yang sudah terbiasa dengan rasa kecap asli Majalengka. Tapi juga para generasi muda untuk lebih mencintai prodak lokal dan tradisional. Kecap asli Majalengka bisa menjadi oleh-oleh kebanggaan dari Majalengka,” ujarnya seraya berharap pemerintah daerah juga terus ikut mempromosikan keca asli Majalengka yang nomor satu ini. (ara)
Kecap Asli Majalengka Masih Eksis
Jumat 31-01-2020,10:02 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 08-04-2026,23:40 WIB
Rahasia Rumah Penuh Energi Positif! Ini 5 Tanaman Hias Penyaring Udara di Dalam Ruangan
Rabu 08-04-2026,20:47 WIB
Pembersih Udara Alami yang Mudah Dirawat, Ini 8 Tanaman Hias Penyaring Udara dari Polusi Perkotaan
Rabu 08-04-2026,23:44 WIB
Rahasia Rumah Penuh Keberuntungan! Ini 5 Tanaman Hias Pembawa Hoki yang Wajib Kamu Punya
Kamis 09-04-2026,07:26 WIB
Harga Murah Spek Mewah, 3 Motor Listrik VinFast Paling Gokil, Jarak Tempuh 262 Km dan Fitur Swap Battery
Terkini
Kamis 09-04-2026,19:14 WIB
HP Nokia Terbaru 2026 Bikin Kaget, Harganya Murah Tapi Baterai Jumbo Awet Banget Buat Dipakai Seharian!
Kamis 09-04-2026,17:57 WIB
7 Tanaman Hias Hidroponik Depan Rumah Penarik Rezeki, Cantik & Bawa Penuh Keberkahan!
Kamis 09-04-2026,17:25 WIB
Viral karena Diborong BGN! Ini Spesifikasi dan Merek Motor Listrik Operasional SPPG Seharga 48 Juta
Kamis 09-04-2026,15:41 WIB