Sempat Diprotes, Kades Heuleut Dilantik Juga

Kamis 12-12-2019,10:11 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

Kemenangan Andri SP sebagai kades terpilih Desa Heuleut sempat mendapat protes dari rivalnya. Namun, setelah melalui beragam proses, Andri akhirnya resmi dilantik, kemarin (11/12). Kepada Radar Majalengka,  Kades Andri bersyukur dilantik oleh Bupati Majalengka, Karna Sobahi dan disaksikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. “Berkat doa para sesepuh dan dukungan masyarakat, alhamdulilah, akhirnya saya dilantik mennjadi Kades Heuleut,” ujar Andri kepada Radar Majalengka usai dilantik. Diakui Sarjana Pertanian ini, dirinya memang banyak merantau untuk bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Namun ia lahir di Kabupaten Majalengka dan ingin membangun Desa Heuleut. “Desa Heuleut merupakan sentra pertanian, karena itu dengan pengalaman yang dimiliki, saya ingin mengembangkan sektor pertanian. Dalam jangka panjang saya ingin membangun saluran irigasi dan embung guna mengembangkan produksi pertanian,” lanjutnya Sementara Kades Desa Mekarsari Kecamatan Jatiwangi, Hj Trian Nurita menyatakan akan langsung melaksanakan sertijab dengan Penjabat Kades pada Kamis (12/12) sekaligus mengadakan acara syukuran di balai desa yang baru. “Peresmian balai desa belum bisa dilaksanakan karena belum rampung 100 persen,” ujar istri anggota DPRD Kabupaten Majalengka H Iip Rivandi. Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Drs H Edy Anas Djunaedi MM menyatakan pelantikan Kades di pendopo bupati merupakan sejarah baru, apalagi dihadiri Gubernur Jawa Barat HM Ridwan Kamil. “Banyak sisi baiknya pelaksanaan pelantikan 141 kades di pendopo. Kehadiran gubernur ini semoga menjadi motivasi untuk para kades untuk segera bekerja dan tidak larut dengan euforia kemenangan,” tandas Edy Anas. Diharapkan para kades punya tanggung jawab yang besar dan bisa memahami tupoksi. “Para kades harus melakukan rekonsiliasi dengan merangkul calon yang kalah untuk sama-sama membangun desa,” pesannya. Dia berpesan para kades jangan membeda bedakan warga dan bisa merangkul semjua elemen masyarakat, karena pengalaman dibeberapa desa pasca pilkades masih belum bisa bersatu. “Kuncinya kades terpilih yang telah dilantik harus ‘nyosor’ dan merangkul calon yang tidak terpilih. Jangan harap enam tahun kedepan bisa membangun dengan baik bila itu tidak bisa dilakukan,” jelasnya. Secara normatif, pemkab akan melakukan bimtek dan pembinaan. Namun, kata dia, kades harus mau merangkul seluruh elemen.(ara)  

Tags :
Kategori :

Terkait