Setuju Penghapusan UN

Rabu 04-12-2019,10:44 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

MAJALENGKA - Akademisi angkat bicara mengenai wacana pemerintah yang akan menghapuskan Ujian Nasional (UN). Sejatinya wacana ini sudah sering dihembuskan, terutama setiap pergantian menteri. Akademisi di Majalengka, H Sudibyo BO SSos SE MM setuju jika UN harus dihapus. Namun jika masih akan terus dilaksanakan hasilnya hanya untuk standar mutu pemerataan. \"Jangan semua sama standarnya karena setiap wilayah punya standar dan potensinya masing-masing,\" ujarnya, Selasa (3/12). Menurut mantan Anggota DPRD Kabupaten Majalengka ini, yang dikatakan Mendikbud Nadiem Makarim terkait keberagaman sehingga menghasilkan keseragaman itu sangat tepat. Pasalnya dalam mengukur keberhasilan memang diperlukan tolak ukur atau standar nilai yang didapatkan dari UN. Pihaknya juga setuju jika kepala sekolah jangan seperti penguasa. Kepala sekolah adalah koordinator dan fasilitator. Fungsi kepala sekolah itu untuk memfasilitasi solusi terhadap setiap persoalan yang ada. \"Makanya ada diklat-diklat yang harus dipenuhi untuk adanya terobosan-terobosan,\" imbuhnya. Ditambahkan, kepala sekolah dan pengawas sekolah memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dengan tujuan mengembangkan potensi peserta didik yang berkarakter. Oleh karenanya, sangat tepat jika Mendikbud mengajak kepala sekolah dan pengawas sekolah dapat menerapkan paradigma kepemimpinan yang melayani. \"Harus mengubah paradigma kepemimpinan yang tadinya itu sebagai penguasa atau pengendali atau regulator, menjadi paradigma kepemimpinan yang melayani,” ucap dia. Setiap melakukan interaksi, lanjut Sudibyo, upayakan selalu mengingat bahwa tugas pemimpin adalah membantu bawahan dalam mengerjakan tugas. Perubahan dasar yang terpenting setiap kali berinteraksi. Sebab masih banyak pemimpin kurang membantu bawahan dalam mengerjakan tugasnya. Disamping itu, mengubah paradigma sangat penting untuk mencetak generasi yang inovatif dan kreatif. Sekolah harus membekali siswa dengan moralitas yang berkarakter. Organisasi sekolah harus bekerja dengan cara kreatif inovatif dan dengan karakter integritas. Pentingnya saling memberikan masukan antarguru, kepala sekolah, dan pengawas untuk perbaikan proses pembelajaran. Yang terpenting adalah antara guru, kepala sekolah, antara pengawas untuk berkumpul dan bercerita mengenai pengalamannya. Bertukar pikiran, berdebat, dan menggali informasi dari sesama pelaku pendidik. (ono)  

Tags :
Kategori :

Terkait