Stok Darah A Minim di PMI Majalengka

Selasa 26-11-2019,10:13 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

MAJALENGKA - Minimnya kesadaran masyarakat untuk aktif menjadi pendonor membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Majalengka mengalami krisis darah. Hal itu menjadi hal yang kerap dijumpai, khususnya untuk stok darah golongan A.. Petugas PMI Majalengka, Mumun menyebutkan selama setahun, PMI Majalengka mengalami kekurangan darah khususnya darah golongan A. Rata-rata perbulan yang melakukan donor darah golongan A sangat minim. \"Per bulan yang donor rata-rata mencapai 100 lebih, tetapi pendonor darah golongan A hanya sedikit. Sedangkan kebutuhan pasien yang membutuhkan darah golongan A sangat banyak,\" ujarnya, Senin (25/11). Menurutnya, permintaan darah dari RSUD Majalengka dan RSUD Cideres rata-rata 60 labu per tiga hari. Jika keadaan seperti ini terus berlanjut maka pihaknya harus berusaha memenuhinya. Pihaknya bekerja sama menggandeng dengan berbagai elemen agar aktif menjadi pendonor. Bulan Oktober saja golongan darah A tersedia yang hanya sebanyak 63 labu, golongan darah B 129 labu, golongan darah O 239 labu serta golongan darah AB 44 labu. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan donor darah. Karena satu tetes darah yang di donorkan bisa menyelamatkan jiwa bagi yang membutuhkan. Terkait berkurangnya stok darah golongan A, Kasubsi PMI Majalengka, Cecep menjelaskan akhir-akhir ini PMI Kabupaten Majalengka kekurangan stok darah A. Untuk menanggulanginya setiap ada permintaan darah, maka keluarganya dianjurkan untuk berdonor. Hal ini untuk menghindari kekosongan stok darah, khususnya darah golongan A. \"Meski tidak sampai kosong, namun golongan darah A paling sedikit. Kami mengimbau kepada pasien yang membutuhkan darah, agar keluarganya menjadi pendonor. Tujuannya agar ketersediaan darah di PMI Majalengka selalu ada,\" pungkasnya. (ono)

Tags :
Kategori :

Terkait