Bupati Majalengka Dukung Tujuh Program Baznas, dari Pendidikan hingga Pemberdayaan Ekonomi
Bupati Majalengka Eman Suherman-Dok-Istimewa
RADARMAJALENGKA.COM – Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., mendukung penguatan program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka yang menyasar sektor pendidikan, keagamaan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026 yang diselenggarakan Baznas Kabupaten Majalengka di Gedung Islamic Center Majalengka, Jumat (9/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Baznas juga meluncurkan tujuh program yang diarahkan untuk memperluas manfaat zakat, infak, sedekah, dan wakaf bagi masyarakat.
Bupati Eman Suherman mengapresiasi inisiatif Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, beserta jajaran dalam mengembangkan program yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Menurut Eman, upaya mewujudkan Majalengka Langkung Sae tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah. Partisipasi masyarakat, lembaga keagamaan, dan berbagai mitra pembangunan diperlukan agar program yang dijalankan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Salah satu potensi yang perlu diperkuat adalah peran masjid. Selain menjadi tempat ibadah, masjid dinilai dapat dikembangkan sebagai pusat pendidikan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Melalui pelatihan manajemen masjid modern, para pengelola masjid diharapkan mampu meningkatkan kapasitas organisasi, menghadirkan inovasi pelayanan, serta membuka ruang partisipasi bagi generasi muda.
Tujuh Program Baznas Menyasar Berbagai Sektor
Dalam kegiatan tersebut, Baznas Kabupaten Majalengka meluncurkan tujuh program yang mencakup berbagai bidang kebutuhan masyarakat.
Program pertama adalah Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern untuk meningkatkan kualitas pengelolaan masjid agar lebih profesional, produktif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kedua, penyaluran wakaf 500 mushaf Al-Qur’an kepada majelis taklim dan lembaga pendidikan, termasuk Universitas Majalengka. Program ini diharapkan mendukung kegiatan ibadah dan pembelajaran Al-Qur’an.
Ketiga, donasi kemanusiaan sebesar Rp311 juta untuk membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas masyarakat Majalengka terhadap warga yang terdampak bencana.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
