BAZNAS Majalengka dan Unma Jajaki Kerja Sama Beasiswa bagi Mahasiswa Mustahik
Baznas memperkuat kolaborasi dengan Universitas Majalengka (Unma) melalui program beasiswa-Baehaqi-radarmajalengka
MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM – Upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka.
Salah satu langkah yang kini dijajaki adalah memperkuat kolaborasi dengan Universitas Majalengka (Unma) melalui program beasiswa bagi mahasiswa yang berasal dari kalangan mustahik.
Penjajakan kerja sama tersebut mengemuka dalam pertemuan antara jajaran Universitas Majalengka dan BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Pertemuan yang dikemas dalam agenda silaturahmi kelembagaan itu sekaligus membahas peluang kerja sama pembiayaan pendidikan, termasuk bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan pada Program Pascasarjana Universitas Majalengka.
BACA JUGA:KAHMI Majalengka Bahas Spirit Maulid Nabi dalam Konteks Kebudayaan
Direktur Program Pascasarjana dan Profesi Universitas Majalengka, Prof. Dr. Drs. H. Toto Sutarto Gani Utari, M.Pd., bersama dua rekannya, berkunjung ke Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Rombongan diterima langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Embed Humed, M.Pd., Kepala Pelaksana Drs. Uuh Fathulloh, serta Kepala Divisi Keuangan Tomi Gunawan, S.E., M.AP.
Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas peluang membangun pola kerja sama yang lebih konkret untuk memberikan dukungan pendidikan kepada mahasiswa dari keluarga mustahik.
Kerja sama itu diharapkan tidak hanya menyasar pendidikan sarjana, tetapi juga dapat diperluas ke jenjang pascasarjana sesuai dengan ketentuan dan kriteria penerima manfaat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana mengatakan, perhatian lembaganya terhadap sektor pendidikan selama ini tidak hanya diwujudkan melalui Program Satu Desa Satu Sarjana (SDSS). BAZNAS juga memberikan bantuan stimulan pendidikan kepada mahasiswa lain yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.
BACA JUGA:Sidak Lapas Majalengka, DPRD Temukan Overkapasitas hingga Masalah Ketersediaan Air
“Selain membantu 15 mahasiswa Universitas Majalengka melalui Program Satu Desa Satu Sarjana yang didanai BAZNAS, saat ini ada puluhan mahasiswa lainnya yang juga mendapatkan bantuan stimulan dari BAZNAS Kabupaten Majalengka,” kata Agus. Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, program pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam pendayagunaan zakat. Bantuan pendidikan tidak semata-mata diarahkan untuk meringankan beban biaya yang harus ditanggung keluarga penerima manfaat, tetapi juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, BAZNAS Majalengka membuka peluang untuk memperluas jejaring dengan perguruan tinggi.
Universitas Majalengka dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung upaya tersebut karena menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi yang memberikan akses pendidikan kepada masyarakat di daerah.
BACA JUGA:Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Majalengka, Remaja Bawa Samurai 77 Cm Diamankan
Agus mengatakan, penjajakan dengan Unma, khususnya Program Pascasarjana, selanjutnya dapat diarahkan pada pembentukan kerja sama kelembagaan melalui Memorandum of Understanding (MoU).
“Ke depan BAZNAS Kabupaten Majalengka dan Universitas Majalengka, khususnya Program Pascasarjana, akan menjajaki kerja sama yang lebih konkret melalui MoU sebagai landasan penguatan program beasiswa dan dukungan pendidikan bagi mustahik,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan program pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Majalengka.
Akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu diharapkan mampu memutus keterbatasan ekonomi yang selama ini menjadi salah satu hambatan dalam melanjutkan pendidikan tinggi.
BACA JUGA:Direktur Baru Perumdam Majalengka Hadapi Tantangan Bayar Kewajiban Rp3,9 Miliar dan Tingkatkan Layanan
“Semua ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas keinginan luhur Bupati Majalengka yang telah menggagas kepedulian terhadap pendidikan melalui Program Satu Desa Satu Sarjana,” sambung Agus.
Pendidikan sebagai Instrumen Pemberdayaan
Dari sisi perguruan tinggi, kolaborasi dengan lembaga pengelola zakat dinilai dapat membuka ruang dukungan baru bagi mahasiswa yang menghadapi persoalan pembiayaan pendidikan.
Direktur Program Pascasarjana dan Profesi Universitas Majalengka Prof. Dr. Drs. H. Toto Sutarto Gani Utari mengapresiasi perhatian BAZNAS Kabupaten Majalengka terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, dukungan terhadap mahasiswa dari keluarga kurang mampu memiliki arti penting karena persoalan biaya masih menjadi salah satu tantangan bagi sebagian masyarakat dalam mengakses pendidikan tinggi.
Kehadiran program bantuan pendidikan dari BAZNAS dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan.
BACA JUGA:BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Pendidikan Rp52,5 Juta untuk 15 Mahasiswa
Dukungan tersebut juga berpotensi membantu mahasiswa menyelesaikan studi tanpa harus terbebani persoalan pembiayaan yang dapat menghambat proses akademik.
Pertemuan kedua lembaga tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang memiliki dampak jangka panjang.
Pendidikan menjadi salah satu instrumen strategis karena manfaatnya tidak berhenti pada penerima bantuan, tetapi berpotensi memberikan dampak terhadap keluarga dan lingkungan sosialnya.
Dalam perspektif pemberdayaan, bantuan pendidikan dapat menjadi jembatan bagi mustahik untuk meningkatkan kapasitas diri. Ketika seorang mahasiswa dari keluarga kurang mampu mampu menyelesaikan pendidikan tinggi, peluang untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf kehidupan juga terbuka lebih luas.
Karena itu, rencana penguatan kerja sama BAZNAS dan Unma diharapkan tidak berhenti pada pertemuan awal. Tahapan berikutnya dapat diarahkan pada penyusunan skema kerja sama, kriteria penerima, bentuk bantuan, serta mekanisme pelaksanaan program agar dukungan yang diberikan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
BACA JUGA:KDM Bantu Biaya Pengobatan Warga Majalengka dengan Dua Katup Jantung Bocor
Kolaborasi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi dana sosial masyarakat dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia. Zakat yang dihimpun dari masyarakat kemudian diarahkan kembali untuk membantu kelompok yang berhak menerima sekaligus mendorong peningkatan kapasitas mereka.
BAZNAS Kabupaten Majalengka sendiri terus mendorong agar zakat tidak hanya dipahami sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Melalui program pendidikan, zakat diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan yang dapat memberikan manfaat lebih panjang bagi mustahik.
Dengan semakin luasnya dukungan terhadap pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, akses menuju perguruan tinggi diharapkan semakin terbuka. Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya menjadi jalan memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi modal bagi generasi muda untuk meningkatkan kemandirian, daya saing, dan kontribusi mereka bagi masyarakat.
Kerja sama BAZNAS Majalengka dan Universitas Majalengka pun diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan tersebut. Melalui sinergi antara lembaga zakat, perguruan tinggi dan pemerintah daerah, program pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dapat dikembangkan secara lebih terarah, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
